The Raid 2: Berandal (2014)

Image(9/10) The Real Action Movie

Pertama, gue mau ngucapin selamat kepada Iko Uwais yang telah membuktikan di film ini bahwa dia adalah orang terkuat se-Indonesia untuk urusan duel satu lawan satu. Hampir 3 jam berantem terus ga capek-capek bos!

THE STORY.

Timeline The Raid 2 dimulai 2 jam setelah film The Raid 1 berakhir. Kali ini, Rama (Iko Uwais) mendapatkan cobaan yang lebih besar daripada aksinya di film yang pertama. Alih-alih ngegerebek komplotan penjahat di satu gedung lagi, ia mendapat tugas untuk menyusup ke salah satu geng yang menguasai ibukota dengan tujuan untuk mendapatkan bukti-bukti keterlibatan petinggi-petinggi kepolisian yang melindungi keberadaan dua gangster paling berkuasa di Ibukota.

ImagePerjalanan Rama kali sangat terjal, kehidupan pribadinya terpaksa ditinggalkan demi menunaikan tugasnya ini. Dengan membawa identitas baru, Rama dijebloskan ke dalam penjara dan berhasil masuk ke lingkungan gangster yang akan ia mata-matai. Perkenalannya dengan Ucok (Arifin Putra) anak dari ketua geng lokal ibukota bernama Bangun (Tio Pakusadewo) membawa Rama semakin dalam masuk ke dunia gelap dan mau nggak mau ia juga harus melakukan apa yang biasanya seorang penjahat lakukan.

THE CAST.

Dengan mayoritas atlet pencak silat asli, adegan bertarunglah yang jadi sajian utama film ini. Iko Uwais, Yayan Ruhian, Cecep Arif Rahman, dll membawakan tugas tersebut dengan sangat baik. Selain itu, penjiwaan masing-masing karakter juga perlu diacungi dua jempol bro. Pemilihan cast yang sangat baik membuat film ini menjadi salah satu film action yang paling gue suka. Kombinasi (kaya martabak aja) aktor-aktor muda seperti Oka Antara dan Arifin Putra dengan aktor senior seperti Tio Pakusadewo membuat film ini menjadi lebih menarik. Continue reading

Bring Me The Horizon – Sempiternal

ImageTracklist:
1. Can You Feel My Heart
2. The House Of Wolves
3. Empire (Let Them Sing)
4. Sleepwalking
5. Go To Hell, For Heavens Sake
6. Shadow Moses
7. And The Snakes Start To Sing
8. Seen It All Before
9. Antivist
10. Crooked Young
11. Hospital For Souls
12. Join The Club (available in Deluxe Album)
13. Chasing Rainbows
14. Deathbeds – feat. Hannah Snowdon (available in Deluxe Album)

Image

new line up. the new guy is the rightest person.

Sempiternal was the fourth album of Bring Me The Horizon. The band create this album with new line up, added Jordan Fish, formerly from a band called Wisdom as keyboardist & programming stuff. The album released on April 2nd 2013 worldwide. Sempiternal itself means “Everlasting Time”, maybe the closest word for that is eternal (please correct me if i’m wrong..). So far, the album already produced two singles: Shadow Moses and Sleepwalking (which is in my opinion this two songs is the best songs in the album).

Since the first album, BMTH always make a slightly changes with their sound of music. The music of Count Your Blessing, the band’s first album, if you want to say that this is the original music of BMTH itself maybe keep fader and fader when the new album come. Now, the keyboards sound have a major part in near every BMTH song. The other change is how Oliver Sykes, the vocalist sing. In the first album every song he sang is in kind of full screaming mode, but maybe he tired with the tight schedule of performed in live show, maybe it’s a better idea if he reduce the amount of the screaming thingy in the songs. Maybe…that’s why BMTH’s sounds different nowadays. Less pressure to the vocal though. The other reason, maybe BMTH try to make their music more friendly (radio friendly, tv material friendly, in sum is more ear friendly), and in my opinion, they did it splendidly. The second album, Suicide Silence, still have an “original” sound of BMTH, but when the third album comes, when the band start to used keyboards sound in more parts or the songs, and in some songs added a female voice, they gain more listener and expand their fanbase due to the expanding their music core from just metalcore, and now they are more open to slow beat songs and even added some electro sound.

Image

sandpit turtle, internet jokes about the lyrics in Shadow Moses song when Oli sang it “This is SEMPITERNAL”. But when some people heard it first, this is what they hear. ngek.

And how about Sempiternal? Fish directly taking control and give his greetings to the listeners in the first song of the album, Can You Feel My Heart. Keyboard sound is dominating the song and kind of make a good impression because the sound is hanging in my ears over and over. The screaming vocal like the first album if i’m not allowed to say it was disappeared, i’ll say it: it just have <5% of them. But i didn’t say it’s a bad news, because in my opinion what Oli do is still match with BMTH music and it still OK to hear, some say it’s better because we can figure out what Oli’s sang without see the lyrics first haha. Some of other songs is kind of have a similar beat and tunes for me. The House Of Wolves, Empire (Let Them Sing), and Crooked Young were that songs. The songs that have a “catchy” beat is Sleepwalking, Shadow Moses, Antivist, Can You Feel My Heart, and Hospital For Souls. Some of lyrics stuck in my head, i’ll quote from Hospital For Souls:

Everybody wants to go to heaven,
But nobody wants to die.

That sentence kind of describe what i see in some people behavior. People always want a happy ending, but in the journey we always make mistakes, sometimes we do it consciously. And in the end, we terrified to meet the consequences.

So in sum, the album is good to hear and great to get. In my opinion, BMTH is one of a little number of band that can survive after the band had a little changes. Paramore, Panic! at The Disco with the band member changes, MCR with musical changes, are some examples that fail to avoid the “changing effect” of the band. So enjoy it while you can :]

Artist : Bring Me The Horizon
Label : RCA / Epitaph
Genre : Post Hardcore
Recommended Songs : Sleepwalking, Can You Feel My Heart, Antivist, Shadow Moses

Rate : 8/10


Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati !

Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati!
Penulis : Wahyu Aditya
Genre : Inspirasi,Self-Help
Penerbit : Bentang Pustaka
Publish : Januari 2013
9/10

Wahyu Aditya adalah seorang aktivis di dunia animasi dan desain. Dia adalah pendiri HelloFest, sebuah festival yang pada awalnya adalah sebagai tempat untuk berkumpulnya moviemaker Indonesia untuk berkompetisi untuk menampilkan yang terbaik dalam membuat sebuah film pendek. Sekarang, setiap tahunnya HelloFest bisa menarik lebih dari 20000 orang dalam satu hari. Namanya berkibar ketika ia berhasil meraih beberapa penghargaan di dunia animasi dan industri kreatif. Mulai dari Jiffest 2004, Wirausaha Muda Mandiri 2008, sampai Juara Dunia British Council Young Creative Entrepreneur 2007. Ia mendirikan HelloMotion Academy, tempat dimana seseorang bisa belajar mengenai dunia animasi yang berdiri sejak 2004. Ia juga memiliki sebuah toko pakaian online bernama KDRI yang menjual t-shirt bertema nasionalis dengan tema modern. Dengan pengalaman segudang yang menarik untuk diceritakan, Wahyu Aditya menuliskan banyak hal yang menjadikannya terus memiliki sifat kreatif dan menghasilkannya menjadi banyak karya yang ia coba tularkan kepada semua orang melalui bukunya ini.

contoh isi bukunya

Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati! Sesuai dengan judulnya, mungkin sejauh ini, buku ini adalah buku terunik yang eprnah saya baca di genre-nya. Buku seperti ini yang pernah saya review adalah Problem Solving 101, sebuah buku yang membantu kita untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup. Tapi bahkan buku yang dibuat oleh orang Jepang itupun masih kalah jauh uniknya dengan buku buatang Wahyu Aditya ini. Buku ini benar-benar menunjukkan kalau sang penulis adalah orang yang kreatif dan dia mencoba untuk kreatif pada setiap halaman yang dia buat di buku ini. Dikemas dengan konsep scratch book, diksi yang ringan, ngga bikin orang yang membaca bingung dan harus mencerna satu paragraf agar dapat mengerti paragraf selanjutnya. Pada saat membaca buku ini rasanya benar-benar mengalir dan ngga terasa bukunya sudah habis dan kita jadi tau cara-cara agar dapat melakukan atau membuat sesuatu dengan cara yang sekreatif mungkin. Dan lagi, yang bener-bener buat gue takjub adalah gimana Wahyu Aditya mengemas buku ini dengan caranya sendiri. Mulai dari cover buku bolak-balik yang ia buat agar pemilik buku bisa membuat cover sendiri (kalo bosan sama cover buku yang udah disediakan), adanya gambar kecil di ujung kanan dan kiri atas pada setiap halaman, yang fungsinya kalo kita lagi bosen (atau ngga ada kerjaan) bisa kita buka dengan cepat halamannya dari awal sampai akhir atau sebaliknya yang membuat gambar-gambar itu seperti bergerak (jadi inget jaman sd..), dan porsi tulisan, gambar, foto, dan desain-desain yang menurut gue seimbang sehingga membuat mata ngga bosen dan capek. Bener-bener memanjakan mata, ngga heran buku ini cepet banget dibaca padahal buku ini cukup tebal dengan sekitar 300 halaman.

the writer, Wahyu Aditya

Konten utama dari buku ini adalah tips-tips yang diberikan oleh penulis agar kita dapat mendobrak segala keterbatasan yang ada ketika kita melakukan sesuatu dan melakukannya dengan seunik mungkin. Menurutnya, menjadi kreatif adalah bukan bakat seseorang yang dibawa dari lahir, tapi kreatif dapat dilatih dan dilakukan oleh semua orang. Kreatif bukan sesuatu yang instan yang bakal terus ada sekalinya kita melakukan sesuatu, tapi kreatif adalah proses yang terus menerus dilakukan agar kita terbiasa untuk berpikir dari sudut pandang yang ngga semua orang bisa lihat. Dan hal-hal itu ngga ditulis Wahyu Aditya tanpa alasan, berbekal pengalamannya dalam membuat berbagai karya, ia membuktikan kalo dengan berlatih untuk berpikir kreatif dari hal-hal yang kecil, dan terus menerapkannya terus menerus sampai ia melakukan hal-hal yang besar dan  sesuai dengan passion yang dimiliki,  ia membuktikan kalo ngga ada yang ngga mungkin untuk dicapai. Klasik memang kedengarannya, tapi memang hal itu ngga akan terwujud sampai ia bekerja dengan keras untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Tapi dari intinya adalah, berpikir kreatif itu bagus, tapi seperti buku self-help yang lain menjabarkan, berpikir aja ngga cukup, kalau kita punya ide, dan menurut kita itu unik, keren, atau seenggaknya layak untuk direalisasikan, kita harus mencoba mewujudkannya (ini salah satu alasan kenapa gue mulai nulis lagi di blog ini sebenernya hehe). Idea is important but what can make the difference is execution, my word (i swear i throw all my guts to write this sentence).

Jadi, sekarang saatnya memulai (buat yang belum)! Entah melukis atau bergerak, semua bakal cuma jadi imajinasi saja kalo ngga dikerjakan. This time is Do o’clock.

Moonrise Kingdom (2012)

Image(8/10) Honest Love

Seperti yang udah dijanjikan, review film Moonrise Kingdom, karya dari Wes Anderson yang juga membuat The Darjeeling Limited, The Royal Tenenbaums, The Life Aquatic dan film animasi Fantastic Mr. Fox.

The Story?
Moonrise Kingdom menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang hidup pada tahun 60an di sebuah daerah di New England, US, dan sedang mengikuti kegiatan berkemah (karena dia adalah seorang pramuka) tapi kemudian ia kabur dari area perkemahan dan membuat heboh anggota kemah yang lain. Di belahan New England yang lain, ada juga seorang anak perempuan yang kabur dari rumahnya dan membuat geger seisi rumah. Ternyata kedua anak tersebut berencana untuk kabur dan melakukan perjalanan bersama sesuai dengan rencana yang telah mereka susun melalui surat menyurat.

Image

Moonrise Kingdom, karena film ini adalah buatan Wes Anderson, maka film ini sangat terasa Wes Anderson-nya. Mood film, karakter, jalan cerita, dan setting filmnya sangat Wes Anderson sekali. Buat yang belum pernah nonton film Wes Anderson sebelumnya mungkin sulit untuk membayangkannya, tapi buat yang udah pernah, mungkin anda mengerti yang saya maksud. Menurut pengamatan saya, Wes Anderson itu..mungkin kalo anak-anak zaman sekarang bakal bilang kalo dia adalah sutradara yang gemar membuat karakter dan setting film yang…hipster. Di film ini, bisa dilihat dari karakter Suzy, seorang anak perempuan yang mungkin kalo sekolah di Indonesia belum lulus SMP ini memenuhi syarat untuk disebut hipster, dan buat yang udah nonton The Royal Tenenbaums, kalo kamu sedikit memperhatikan, Suzy ini mirip Margot tapi dalam versi yang jauh lebih muda.

Why i should watch this movie?
Jalan cerita filmnya unik, dan ngga ngikutin stereotype film-film Hollywood yang predictable. Film ini menyenangkan untuk diikuti, dan yang paling membuat saya bertahan untuk nonton film ini adalah dialognya, bener-bener realistis. Mungkin, ada dialog gombal-gombalnya anak kecil dan sebagainya, tapi maksud saya, di film ini ngga ada kalimat-kalimat klise seperti yang suka diucapkan karakter jagoan film action Hollywood setiap mau membasmi penjahat, menurut saya dialog di film ini natural dan tepat untuk diucapkan oleh karakternya.

Image

Dan dari cast-nya, muncul Bill Murray yang udah jadi langganan film-film Wes Anderson, dan yang menarik adalah adanya Edward Norton dan Bruce Willis yang mungkin berpikir akan menyenangkan kalo keluar jalur sebentar dari film-film semacam Die Hard.

Dan tentu saja karena sebenarnya ini adalah cerita cinta anak-anak, karakter anak-anaklah yang berpengaruh banyak buat filmnya. Ngga ada yang lebih menyenangkan selain jatuh cinta pada saat masih ingusan kan? So young, so fall in love..

Image

Directed By : Wes Anderson
Cast :  Bill Murray, Bruce Willis, Edward Norton, Jared Gilman, Kara Hayward
Runtime : 94 Minutes
Genre : Drama, Comedy

You’ll Like If You Like : The Royal Tenenbaums, Fantastic Mr. Fox

Batu Templek (Pasir Impun, Bandung Timur)

Kemarin (Selasa, 5 Februari 2013), saya melihat sebuah foto air terjun yang muncul di Homepage Facebook yang di post oleh temannya dosen. Pas ngeliat komen-komennya dan membaca descriptionnya, ternyata air terjun itu berada di daerah Pasir Impun, karena cukup dekat dengan lokasi rumah, saya jadi penasaran dan langsung komen di foto tersebut untuk menanyakan jalur terderkat ke Batu Templek, walaupun ngga kenal orangnya hehe.

Setelah tau perkiraan jalur yang harus diambil, saya cek di Google Maps, ternyata jaraknya cukup dekat yaitu sekitar 5,1 km. Dengan semangat pengen jalan-jalan, ngeliat-liat tempat baru, saya langsung berencana buat berangkat sesepedaan ke Batu Templek besok (yang berarti hari ini, 6 Februari 2013).

Karena ini pertama kalinya saya bersepeda dengan tujuan yang jelas, tetapi saya belum pernah ke tempat itu sebelumnya, saya ajak teman-teman sekomplek saya untuk ikut bersepeda, tapi sialnya teman-teman saya lagi pada sibuk, ada yang kuliah, pergi ke jakarta, dan sekalinya ketemu temen pagi-pagi pas mau berangkat, eh dia malah curhat IPnya semester ini jelek (2,9 di semester pertama dibilang jelek, bersyukurlah kamu pit!).

Rute

Sebenarnya untuk sampai ke Batu Templek, dapat dicapai melalui beberapa jalur, bisa masuk dari Jl Padasuka atau Cikadut kalau mau bersepeda dengan jarak yang cukup jauh dan tanjakan yang cukup banyak. Rute yang saya tempuh sendiri mungkin merupakan jalur terdekat:

Masuk dari Jalan Pasir Impun, (kalo dari arah Cicaheum kira-kira 200 m dari LP Sukamiskin ke arah Ujung Berung – Belok ke kiri)

Terus ke atas kira-kira 2 km sampai ketemu Jalan Terusan Pasir Impun

Terus jalan ke atas kira-kira 1,5 km sampai ke Jalan Cisanggarung, letak Air Terjun Batu Templek terletak di Jalan ini, pasang telinga baik-baik, karena ketika sudah terdengar suara air mengalir yang cukup deras, berarti posisi kita sudah dekat.

Timeline
1. Start dari rumah jam 06.30 (rumah saya berada sekitar 1 km dari Jalan Masuk Sukamiskin.

2. Setelah kira-kira menempuh 2 km menanjak, saya istirahat 5 menit buat tarik nafas dan minum air mineral.

3. Lanjut lagi menanjak sejauh kira-kira 1,5 km, saya istirahat lagi 5 menit.

4. Dari tempat peristirahatan saya yang kedua, karena tanjakannya cukup curam (saya perkirakan kemiringan lebih dari 45 derajat), akhirnya saya menuntun sepeda sejauh 200 m, naik sepeda lagi kira-kira 300 m, kemudian menuntun sepeda lagi kira-kira 200 m.

5. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, akhirnya saya mulai mendengar aliran air yang cukup deras, semangat saya menambah, tapi kok air terjunnya ngga keliatan-keliatan. Akhirnya saya bertanya ke bapak-bapak yang ada di pinggir jalan letak air terjun Batu Templek, ternyata air terjunnya tepat berada di samping saya (jadi posisi saya saat itu berada di atas sungai yang alirannya mengalir ke air terjun Batu Templek).

6. Akhirnya saya memutar balik sekitar 100 m dan menemukan jalur turunan (yang juga cukup curam), dan menuntun sepeda saya lagi buat sampai ke Air Terjun Batu Templek.

7. Air Terjunnya ketemu, dan memang membuat takjub karena saya sama sekali ngga mengira di daerah tersebut bakal  ada pemandangan seperti itu. Saya lihat jam, saya sampai ke lokasi pada jam 08.30 .

Description

Batu templek handap Pasir Impun, menurut Pa Oman Abdurahman adalah merupakan fenomena menarik khas Cekungan Bandung yang pada ketinggian tertentu air mengalir dari sela-sela batuan beku (lava basalt). Inilah akuifer batuan beku yg sangat penting untuk kebutuhan air penduduk maupun pengairan pertanian di daerah hilirnya (Yogie Subrata).

Tinggi air terjun yang terdapat di Batu Templek ini saya perkirakan berkisar atara 10-15 m, airnya berasal dari sungai yang berada di atasnya dan terpecah menjadi 4 aliran. Pada saat saya di sana, alirannya cukup deras walaupun dengan volume air yang tidak cukup banyak (ketika terpecah menjadi 4), di bawah air terjunnya sendiri terdapat semacam kolam, tapi saya tidak mengecek berapa kedalamannya karena pada saat itu airnya sangat keruh berwarna coklat, kemungkinan karena pada hari sebelumnya dari sore hingga malam hari hujan turun di daerah tersebut.

Suasana tenang dan cuaca mendung, aktivitas yang saya lihat di daerah ini hanya seorang ibu yang sedang mau pergi entah kemana dari rumahnya yang jaraknya cukup dekat dengan air terjun, dan 2 orang bapak-bapak yang sedang menambang Batu Templek di sekitar ketinggian 7 m di seblah kanan air terjun.

Batu Templek adalah jenis batuan metamorf yang terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu yang tinggi ayau panas bumi. Templek, lempeng atau yang lebih dikenal dengan Slate terbentuk dari lempung dan batuan shale. Dinamakan batu templek atau batu lempeng karena batu nya menyerupai lempengan tipis (direktorimaterial.com)

Tips & Trick

Berikut ini adalah beberapa tips yang menurut saya dapat membuat sesepedaan ke Air Terjun Batu Templek menjadi lebih aman dan nyaman:

1. Pake Sepatu dengan daya cengkeram yang cukup kuat. Hal ini sangat membantu karena jalan menuju Batu Templek 95 % adalah jalan aspal yang cukup curam dan licin. Sangat berguna ketika ingin menuntun sepeda karena kelelahan. Selain itu pada saat mencapai Batu Templek, tanah tempat pijakannya banyak ditumbuhi tanaman putri malu yang berduri, akan lebih nyaman juga apabila memakai kaos kaku yang panjang (menutupi betis).

2. Bawa buddy. Setiap olahraga perseorangan yang dilakukan dengan tujuan wisata atau jalan-jalan menurut saya akan lebih baik apabila dilakukan bersama teman. Selain sebagai teman ngobrol ketika istirahat, buddy dapat membantu ketika kita mengalami masalah pada sepeda, saat mengalami cedera, apalagi ketika tempat yang kita tuju sangat sepi dan jarang terdapat masyarakat lokal. Poin tambahan lainnya adalah, kalo kita mau narsis, ada yang motoin hehe.

3. Bawa cemilan. Di daerah sekitar Batu Templek hanya ada satu rumah penduduk dan rumah yang digunakan (mungkin) untuk basecamp para penambang, kalo mau ke warung terdekat harus kembali ke jalan utama dan naik lagi sekitar 150 m. Sayangkan kalo udah jauh-jauh ke situ dan pengen cepet-cepet pulang karena lapar dan ngga bawa makanan.

4. Berangkat pagi-pagi. Supaya sampai lokasi juga pagi-pagi, jadi suasana masih sejuk dan segar.

5. Berangkat di hari ketika hari kemarinnya ngga hujan. Alasannya, ketika saya melihat foto pak Yogie Subrata, air terjunnya alirannya kecil dan airnya ngga keruh, tetapi kalo mau melihat aliran air yang cukup deras, maka berangkat pada saat hari kemarinnya hujan adalah pilihan terbaik.

6. Hati-hati di jalan. Jalan Pasir Impun cukup ramai ketika pagi hari karena banyak perumahan di daerah tersebut yang membuat traffic cukup padat (banyak motor) karena orang-orang baru keluar rumah, ada yang ngantor, sekolah, atau mungkin cuma jalan-jalan aja kaya saya, mungkin. Intinya konsentrasi penuh, karena ada beberapa titik dimana jalan rusak, berlubang, dan jalan tanjakan yang cukup licin.

Foto-Foto

Ted (2012)

ImageHalo semua, it’s been a long time. Baru sekarang sempet (dan mau) menulis lagi, semoga tulisan saya masih ada yang mau baca😀.

Akhirnya kesampaian nonton film ini, ngga sempet nonton di bioskop karena bingung mau nonton sama siapa (karena embel2 film ini – yang juga terlihat di trailernya – banyak cewe dengan mini skirt – sehingga harus ditonton oleh 20+, yang berarti ngga bisa nonton gratisan bareng keluarga, ngajak pacar kararagok, dan memang ngga hobi nonton di bioskop sendirian). Tapi setelah saya nonton film ini, saya sadar ternyata bad influence-nya bukan datang dari banyaknya aurat-aurat yang bertebaran (ini juga termasuk sih), tapi lebih ke attitude si Ted dan John, sahabat karibnya, yang gemar mabok, dan dalam satu scene mengisap salah satu jenis napza.

Image

Why i should watch this movie?

Karakternya Teddy Bear! Buat anak muda 80-an, terlepas dari bagaimana cerita film ini, melihat poster film dengan karakter Teddy di dalamnya saja sudah cukup untuk membuat penasaran menonton film ini.

Alasan lainnya adalah Mark Wahlberg. Di beberapa film terakhirnya, Mark Wahlberg udah ngga lagi berperan di film yang serius seperti The Departed, Max Payne, atau The Fighter yang keren itu. Buat saya pribadi sih menyenangkan melihat Mark yang memerankan karakter yang ngga biasa ia perankan. Rasanya kalo aktor Indonesia tuh seperti Iko Uwais, tapi dia lagi main di film Jomblo.

Image

How About The Story?

Filmnya film komedi, jadi ngga perlu banyak mikir, tonton aja dan buat yang suka jenis komedi seperti Family Guy atau The Simpsons, pasti cukup sering cengar-cengir sendiri (kalo nontonnya sendiri). Berawal dari John (Mark) yang memiliki masa kecil kurang bahagia dan sering menjadi bahan bully-an anak-anak seusia di lingkungannya. Sampai pada saat natal tiba, John berdoa agak boneka Teddy Bear pemberian orang tuanya dapat hidup dan menjadi sahabat terbaik untuknya, dan ternyata doanya terkabul!

Mulai kecil sampai dewasa, John ngga pernah berpisah dengan Ted (si Teddy Bear), tolol-tololan bareng, tinggal seapartemen, tapi ngga diceritain sampe mandi bareng juga. Masalah timbul ketika John udah punya pacar, Lori (Mila Kunis). Si pacar pengen ngebawa hubungannya dengan John ke arah yang lebih serius, tapi hal tersebut susah terealisasi karena kalo mau ngapa-ngapain pasti si Ted nimbrung. Mau tidur bareng, nimbrung. Lagi ada acara ulang taun perusahaan tempat Lori kerja, nimbrung juga. Itu satu.

Dua, masalah lain yang muncul adalah ketika adanya pasangan bapak-anak yang kesengsem berat liat boneka Teddy Bear yang bisa ngomong dan pengen ngebeli Ted dari John. Karena ngga boleh sama John, akhirnya si bapak-anak ini menghalalkan segala cara buat ngedapetin Ted.

Image

Ide ceritanya mungkin memang ringan, standar film komedi. Tapi buat say yang saat menonton film ini memang sedang membutuhkan input lawakan dan output tawa yang cukup banyak (curhat), film ini berhasil melakukan itu. It’s the kind of movie that not that really good (if you expect kind of Star Wars, LOTRs, or even Wall-E), but you’ll never feel ripped off after watch this movie (Gini-gini juga dapet nominasi Oscar loh).

Directed By : Seth MacFarlane

Cast :  Mila Kunis , Mark Wahlberg , Seth MacFarlane 

Runtime : 106 Minutes

Genre : Comedy

You’ll Like If You Like : The Other Guy, Horrible Bosses

The Swordless Samurai

The Swordless Samurai : Pemimpin Legendaris Jepang Abad XVI
Penulis : Kitami Masao (Diedit oleh Tim Clark)
Jenis : Biografi 
Penerbit : Zahir Books
Publish : Desember 2010
8/10

Hideyoshi adalah seorang anak petani miskin yang hidup pada abad ke-16. Zaman dimana Jepang berada dalam masa yang gelap dan hukum yang berlaku adalah hukum pedang. Pada saat itu, menjadi seorang samurai dan bekerja pada pemilik kekuasaan adalah profesi yang paling menguntungkan. Tetapi tidak semua orang bisa menjadi samurai, hanya orang-orang terpilih dari garis keturunan tertentu yang dinobatkan sebagai seorang samurai. Bagi Hideyoshi,pekerjaan itu tentu jauh dari kenyataan, apalagi dirinya memiliki kekurangan dari status anak petani, bahkan bentuk rupa tubuhnya yang pendek dan kurus seolah mendukung nasibnya untuk tidak menjadi seorang samurai. Tapi ia dibekali kepintaran yang jauh lebih tinggi dari orang-orang yang berasal dari status sosial yang sama. Dengan bekal kepintarannya itu, ia mulai bertualang dari alasan menyambung hidup setiap hari, sampai akhirnya bermimpi untuk menyatukan Jepang dalam satu bendera karena pada saat itu Perang antar golongan di Jepang sangatlah marak.

Hideyoshi pada awal perjalanannya bekerja sebagai apapun, tukang semir sepatu, pedangang keliling, dan pembantu. Namun perlahan-lahan ia mulai memasuki ranah perebutan kekuasaan dengan bekerja pada salah satu orang berpengaruh saat itu, Lord Nobunaga. Berprinsip pada jangan menyia-nyiakan kepercayaan, fokus pada memberi, berpikir kreatif, bertanggung jawab, dan hal-hal positif lainnya, si Monyet (panggilan Hideyoshi) mulai naik pangkat sampai akhirnya ia menjabat sebagai seorang Wakil Kaisar berkat rasa kepercayaan orang lain kepada dirinya yang telah ia bangun berpuluh-puluh tahun.

Yang menarik pada saat membaca buku ini adalah kita seolah-olah sedang mendengarkan langsung curhatannya Hideyoshi ketika ia masih menjadi orang kecil sampai menjadi orang nomor satu di Jepang pada masanya, dan buku ini bukan sejenis one side book dimana orang cuma bisa ngeliat hal-hal yang bagus dari seorang Hideyoshi. Pada bagian akhir buku, diceritakan juga beberapa keputusan salah yang diambil  oleh Hidoyoshi seperti menginvasi Korea dan Cina yang cuma menyebabkan banyaknya kematian prajurit, membunuh keponakannya yang suda ia angkat menjadi panglima tertinggi yang menjadi keluarganya, dengan ditambahkan kalimat-kalimat penyesalan yang gue juga ngga tau apakah itu kalimat yang benar-benar ia ucapkan atau cuma kalimat yang dibuat editor bukunya biar ngga terlalu terlihat tragis akhir kehidupan dari Hideyoshi. Tapi, secara umum, banyak banget manfaat yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup si “Monyet” ini, ngga seperti ngebaca self help book yang biasa, dimana banyak yang ngerasa kalo hidup ngga sesimpel yang mereka tulis, buku ini jadi menarik karena memang benar-benar ada seseorang yang melewati semua kejadian yang ada di buku itu. Walaupun kita udah ngga hidup di zaman samurai, inti dari semua usaha yang dilakukan Hideyoshi bisa kita ambil manfaatnya.