Darah Garuda (Merah Putih II) (2010)

Setelah lama ngga menonton film buatan anak bangsa , akhirnya kemarin gue nonton film ini . Sebuah film kepahlawanan yang menceritakan perjuangan segelintir tentara Indonesia yang berjuang melawan penjajahan Belanda. Memang buat menonton film ini , momentumnya sedikit agak lewat karena nuansa 17 Agustus sudah terlewat. Namun dibandingkan menonton film horror-sex yang lagi marak sekarang ini , gue lebih memilih film ini untuk ditonton.

Dengan setting pada tahun 1945-an dimana masa perang dunia ke-2 telah berakhir. Namun di negeri kita sendiri  Indonesia, perang baru dimulai. Akibat adanya agresi militer yang dilakukan Belanda , Indonesia yang sudah memproklamirkan kemerdekaannya dalam kenyataannya masih dijajah oleh bangsa lain. Masa-masa ini adalah masa kritis dimana selain diserang oleh negara lain , Indonesia juga memiliki musuh dari dalam , para pengkhianat yang memecah belah bangsanya sendiri.

Tomas , Dayan , Marius , dan Amir , sisa siswa sekolah tentara yang dibantai oleh Belanda bergabung dengan tentara Jendral Sudirman dan akhirnya mereka diangkat sebagai Intel yang mempunyai misi menghancurkan lapangan udara milik Belanda. Dalam perjalanannya , mereka menemukan berbagai ujian , mulai dari tertangkapnya Dayan , ditawan oleh orang Indonesia sendiri , sampai dikhianati oleh kawan sendiri.

Secara keseluruhan , filmnya menarik , ide ceritanya cerdas dan pemerannya pun memerankan karakter yang mereka mainkan dengan baik. Hanya ada beberapa kesalahan kecil (yang menurut gue fatal) di film ini. Contohnya adalah Marius yang diperankan oleh Darius Sinathrya , walaupun Marius adalahanak seorang pedagang kaya dari Jakarta , namun setelah menjadi tentara dia tetap saja kelihatan terlalu bersih untuk seorang tentara , entah karena Darius yang terlalu ganteng atau karena make-up artist nya kurang. Contoh kedua adalah ketika Dayan ditawan , sebelumnya ia telah ditembak sebanyak dua kali , namun pada saat diinterogasi m ia masih nampak sehat-sehat saja , menurut gue ini kurang logis. Dan yang terakhir adalah ada beberapa properti yang dipakai di film ini yang masih terlihat seperti baru dibeli. Ada scene yang menampilkan seorang tentara yang menyamar menjadi seorang pengemis , tetapi terlihat sinjang yang dipakai si pengemis terlihat bersih dan barunya.

Dibalik beberapa keanehan diatas , di sisi yang lain gue harus memuji effect yang dipakai di film ini. Peledakan hotel , camp tentara , dan pesawat di film ini sangat keren dan terlihat sangat niat sekali. Sungguh sebuah terobosan baru di perfilman Indonesia karena sang sutradara berani menganggarkan biaya untuk hal-hal seperti ini.

Secara keseluruan , film ini sangat layak untuk ditonton. Selain karena jarang-jarang film Indonesia mengeluarkan film seperti ini . Film ini juga menumbuhkan semangat nasionalisme yang belakangan terlihat meredup. Selamat menonton !

Cast : Darius Sinathrya , Lukman Sardi , T. Rifnu Wikana , Doni Alamsyah , Rudy Wowor , Alex Komang , Rahayu Saraswati

Director : Connor Allyn , Yadi Sugandi

Rating Gue : 8/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s