Easy A (2010)

Halo disana , bête juga ya ngeliat Indonesia kalah , terlepas dari laser dan siapa yang salah, semoga nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno Indonesia bisa membalas kekalahan dan menjadi juara AFF Cup buat pertama kalinya, ya 10-0 boleh laah hehe , Amiin. Oke liburan ini cukup menyenangkan buat gue, walaupun ngga yang pergi-pergi ke kota lain dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kota, liburan sekarang kerasa banget suasana liburannya. Tadi siang saat baru bangun tidur dan ternyata tidak orang di rumah , dengan keadaan belum mandi tentu saja dan sambil sarapan gue mencoba nonton film yang udah cukup lama dibeli tapi belum sempet gue tonton : Easy A.

Yang pertama harus diketahui , Easy A adalah sebuah film remaja. Tapi perlu diingat Easy A bukan film remaja murahan , atau film remaja dengan banyak nyanyian dan tarian mirip film india di dalamnya, bukan juga film remaja yang cuma mengumbar cewe-cewe tanpa busana yang penuh adegan seks. Easy A adalah film remaja yang cerdas dan punya pesan yang sebaiknya diketahui buat remaja-remaja yang masih remaja (?). Minat gue saat beli film  film ini adalah karena dari banyak website dan review film di internet , film ini mendapat sambutan yang cukup bagus walaupun hanya mengangkat kehidupan sehari-hari searang murid SMA.

Easy A bercerita tentang kehidupan seorang siswi SMA bernama Olive.  Seorang perempuan biasa saja , yang sama sekali bukan apa-apa di sekolahnya dan dia sendiri ngga berkeberatan dengan keadaan itu. Suatu hari , Olive diajak pergi berkemah dengan keluarga sahabatnya,Rhiannon (Rhi). Tapi karena malas dan ingin menghabiskan banyak weekend di rumah, akhirnya ia berbohong kepada Rhi bahwa malam minggunya ia sudah berjanji lebih dahulu akan pergi berkencan dengan teman kakaknya, ia berbohong agarRhi tidak sakit hati. Pada saat hari senin , ketika Olive dan kembali bertemu di sekolah, Rhi bertanya apakah Olive melakukan seks dengan teman kencannya. Rhi terus mendesak dan akhirnya dengan sebal , Olivepun mengatakan ya. Secara tidak sengaja, pembicaraan itu di dengar oleh Marianne, teman sekolah Olive yang sangat agamis tapi bermulut ember dan kabar itu langsung tersebar ke seluruh sekolah dalam waktu yang singkat.

read this girls (no offense)

Walaupun dicap sebagai cewe yang jalang , Olive menikmati popularitasnya sebagai cewe yang nakal dan malah mengkonfrotasi langsung semua orang yang mengejeknya dengan mengakui kalau dia memang jalang padahal sebenarnya Olive masih seorang cewe yang perawan. Seiring berjalannya hari, Olive mengalami berbagai kejadian menarik, ia menolong temannya yang gay dengan berpura-pura melakukan sex dengannya agar temannya itu tidak dikucilkan lagi, sampai berpura-pura menularkan penyakit kelamin ke seorang pria , padahal pria itu adalah selingkuhan istri guru favoritnya , sekaligus pacar teman sekolahnya. Namun di luar kebohongan-kebohongan ‘baik’ yang ia lakukan, ada dua pihak yang tetap percaya ia ngga melakukan semua hal tabu seperti itu. Pertama tentu saja keluarganya, gue sangat menyukai keluarga ini , keluarganya bahagia, sering becanda , dan cukup toleran untuk hal-hal anak muda (you know.. teenage things ..). Kedua adalah cowo yang ia taksir dari jaman SD , Todd. Todd percaya semua kebohongan yang dikatakan Olive hanya untuk membantu orang lain , karena saat masih SD, Olivepun membantu Todd dengan berpura-pura mengatakan kepada orang lain kalau Olive adalah orang yang dicium pertama kali oleh Todd, padahal Todd tidak berani menyentuh wanita sama sekali saat itu.

Gue akuin gue cukup menikmati menonton film ini. Walaupun settingnya sederhana  yaitu ngga jauh-jauh dari sekolah-rumah-tempatmakan dan ngga ada tempat-tempat yang bisa memanjakan mata. Hal itu tertutupi oleh cerita yang menarik dan juga dialog-dialog yang cerdas. Jadinya kadang gue suka ngeliat salah satu peran ngomong – mikir bentar – baru gue sadar kalo ternyata maksud kalimatnya lucu, yah maaf kalo agak loading dikit. Dan satu lagi yang pasti bikin cowo-cowo ngga lepas dari screen ketika nonton film ini : Emma Stone !

sometimes being Z is better than being A

Terlepas dari dia itu cantik , putih dan seksi (\m/) Emma punya karakter kuat yang ngga dimiliki banyak cewe. Selain itu , perannya disini , Olive juga memiliki karakter yang cukup keren . Easy Going , simple , memiliki cara bercanda yang cerdas , sedikit sarkas , sedikit nakal dan yaitu tadi , dia cewe yang kuat, ngga banyak ngeluh dan mencoba menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri , type of a cool girl isn’t she? Mungkin beberapa tahun ke depan , Emma Stone bakal mendapat sorotan yang sama seperti Kirsten Stewart dan Emma Watson. Tapi kalau boleh dibanding-bandingin nih , dibandingkan Kirsten yang kesannya melankolia dan Watson yang terkesan too strong dan sulit didekati, Emma Watson menurut gue adalh tipe cewe yang bakal jadi favorit baqgi orang yang menonton filmnya (kalau liat dari film ini ya), yang jelas Emma Stone punya masa depan yang cerah di ranah perfilman Hollywood terutama untuk kategori drama comedy seperti film ini.

Ok enough for Emma , selanjutnya soal cerita, yang diangkat dalam film ini adalah soal kejujuran dan kebohongan. Pesan moral yang gue dapet adalah walaupun kita berbohong untuk kebaikan , tetap saja kebohongan merupakan suatu hal yang salah. Yang pada akhirnya tetep harus kita perbaiki dan buka kebenarannya. Jadi daripada kerja dua kali dan tetep bikin sakit hati, lebih baik kita jujur dari awal , walaupun itu mungkin akan menyakiti beberapa pihak. Tapi percaya deh , things would be better with this way.

influenced by 80's movie

Ide cerita yang sederhana ternyata bisa sebegitu kerennya jika dibawakan dengan baik. Dari sini gue belajar satu hal, ngga peduli sebagus apapun idenya, kalau kita ngga membawakannya dengan tepat, ide itu ngga akan maksimal atau bahkan ngga berarti sama sekali. Kita lihat film ini, simple idea dengan pembawaan yang tepat , hasilnya boleh dibilang keren. Kalo dibandingkan sama film yang menurut gue idenya brilian dan berbudget besar semacem Narnia dan Knight And Day , kedua film itu jelas-jelas sangat merugi dari sisi financial maupun ide cerita yang ngga semuanya tersampaikan ke penonton. Jadi intinya : murah ngga selamanya murahan.

Gue rekomendasiin film ini tentu saja untuk semua remaja yang membaca tulisan ini. Dan sangat gue rekomendasikan untuk siapapun yang menganggap dirinya bukan siapa-siapa dan ingin mendapat pengakuan dari lingkungan sekitar dengan melakukan suatu hal yang dianggap cool , padahal hal itu merupakan hal yang uncool. Percaya deh, setelah menonton film ini kita akan lebih bersyukur dengan keadaan kita yang apa adanya. Watch it young veins !

Director : Will Gluck

Cast : Emma Stone , Penn Badgley , Amanda Bynes , Dan Byrd, Thomas Haden Church, Malcolm McDowell, Alyson Michalka, Cam Gigandet

Release : 2010

You’ll Like If You Like : Adventureland, Juno , Scott Pilgrim Vs. The World

Rate : 8/10


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s