Tron : Legacy (2010)

Tron : Legacy , menceritakan tentang seorang anak bernama Sam Flynn yang merupakan pewaris saham terbesar sebuah perusahaan vidoe game bernama Encom yang berusaha mencari jejak ayahnya yang menghilang pada saat ia masih kecil. Walaupun tanggapan orang-orang yang mengatakan bahwa ayah Sam, Kevin Flynn kabur karena tidak bisa membuktikan teori dunia baru yang dikemukakannya , yang menurutnya bisa mengubah seluruh sudut oandang ilmu pengetahuan yang telah dipelajari manusia sekarang. Sam tetap yakin ayahnya akan kembali suatu saat dan membuktikan segala kebenaran yang diyakininya.

Pada suatu hari, sahabat Kevin , Alan, memberikan kunci sebuah gedung yang isinya semacam game station kepada Sam. Di gedung tersebut Sam menemukan ruang kerja rahasia milik ayahnya. Dan dengan ketidaksengajaan dalam menekan keyword di komputer yang ada di ruang kerja tersebut. Sam terbawa ke dunia lain dimana di dunia tersebut berisikan program-program yang memiliki wujud layaknya manusia. Sam yang disangka sebagai program yang rusak , diharuskan mengikutin sebuah game dimana ia harus bertarung dengan program-program yang lain. Di pertaruangan itu, Sam yang bukan merupakan sebuah program melainkan seorang User , ditantang oleh Clu , program yang menyerupai ayahnya yang diprogram untuk membuat dunia tersebut menjadi sempurna.

Sam yang kesulitan melawan Clu akhirnya mendapat pertolongan dari Quorra , sebuah program buatan ayahnya yang kemudian membawanya melarikan diri dan mempertemukannya kembali dengan ayahnya. Setelah berbincang beberapa saat, akhirnya diketahui cara untuk kembali ke dunia asalnya adalah dengan memasuki sebuah portal yang terbuka bersamaan dengan saat Sam masuk ke dunia tersebut. Didesak oleh waktu, Sam bersama Quorra dan ayahnya berusaha menuju portal untuk kembali ke dunia nyata.

Gue cukup penasaran buat nonton film ini karena temen-temen gue sering mengupdate tentang film ini baik di facebook ataupun di twitter. Melihat puja-puji yang dilontarkan temen-temen gue dan ada kesempatannya, akhirnya guepun menonton film ini. Tapi entah kenapa dari segi cerita gue kurang setuju dengan temen-temen gue yang mengatakan film ini keren. Entah karena film ini berada di bawah naungan Disney jadi plot ceritanya sangat sederhana ataukan memang film ini dibuat khusus untuk anak-anak saja. Kalau dipikir-pikir , ide ceritanya sama aja dengan Digimon , dimana ada dunia lain yaitu dunia digital yang keseimbangannya terganggu karena ada makhluk jahat di dalamnya. Kalau dibandingkan dengan Matrix yang ide ceritanya mirip-mirip dimana User bisa masuk untuk bertemu dengan program yang ‘hidup’ , Tron menurut gue sangat kalah jauh. Yang bikin gue bingung lagi ,judul Tron sama sekali ngga mewakili filmnya sendiri. Yang gue tangkep Tron adalah nama permainan dari sebuah game yang dibuat oleh Kevin Flynn, Tron juga adalah sebuah karakter yang dibuat oleh Kevin bersama-sama dengan Clu tapi di dalam film ini ia kurang mengambil peranan yang penting. Lebih cocok kalo judulnya Flynn. Yah mungkin itu kenapa ditambahkan kata Legacy setelah Tron untuk film kedua ini.

Lalu dari alurnya juga kurang tertata dengan baik , dimana menurut gue session awalnya terlalu lama , mungkin sutradara pengen penonton mengerti gimana jalan ceritanya atau sejarahnya bagaimana Tron bisa ada , tapu menurut gue , bagian itu terlalu makan waktu. Jadinya film ini udah keburu di cap sebagai film yang membosankan , hal ini terlihat dari beberapa penonton bioskop saat gue tonton yang memilih untuk keluar studio atau ketiduran ..

Daft Punk are also the user Clu !

Satu-satunya hal yang membuat film ini kelihatan menarik tentu saja adalah efek visual yang digunakan, yang membuat film ini sangat cocok untuk disajikan dalam format 3D. Karena setting dari film ini adalah imajinasi seorang sutradara sendiri , ia bebas mengambil sudut pandang kamera sehingga hal itu cukup memanjakan mata. Hanya saja sekali lagi deh gue mau komplain , warnanya monoton ! Putih, Hitam, Biru Tosca dan Orange adalah warna-warna yang akan terus menghiasi film ini selama 90 menit terakhir . Mungkin karena ni merupakan konsep yang sudah ada dari film Tron yang pertama , jadinya ngga bisa diapa-apain lagi. Buat orang yang alergi sama semua warna-warna diatas, tentu saja tidak gue sarankan untuk menonton film ini. Satu lagi yang membuat gue penasaran setelah menonton film ini tentu saja adalah gue jadi ingin menonton film pertamanya. Gue pengen lihat bagaimana film Tron pertama yang dibuat pada tahun 1982 bisa menggambarkan ide sang sutradara dengan keterbatasan teknologi yang ada pada saat itu. Kalo ada yng pnya filmnya pinjem dong .

Oke untuk kesimpulan, Tron : Legacy menurut gue bukan tipe film yang akan membuat lo ingin menontonnya berkali-kali. Bukan juga film yang cock ditonton oleh keluarga karena moodnya yang dark dan alurnya yang serius. Dan kalo gue boleh saran , lebih baik jangan nonton film ini sama keluarga karena gue jamin : kasian ibu/bapak yang lo ajak buat nonton film ini. Kalo ngga ketiduran yang ada minta cepet pulang , yah ada sedikit pengecualian kalo lo punya adik atau kakak yang punya rasa penasaran yang sama dengan lo untuk nonton film ini. Sangat disarankan untuk menontonnya bareng pacar ,hal ini buat antisipasi kalo lo bosan dan pacar lo juga bosan, lo bisa keluar dan menonton film yang lain , atau memilih untuk makan dan pulang , lumayan kalo ada pacar bisa sedikit mengurangi bete karena bosan menonton film ini..

Director : Joseph Kosinski

Cast : Jeff Bridges, Garrett Hedlund, Olivia Wilde, Bruce Boxleitner, James Frain, Beau Garrett, Michael Sheen

You’ll Like If You Like : Matrix , Sci-Fi Movie

Release : 2010

Rate : 7/10


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s