The Godfather (1972)

“I’ll make him an offer he can’t refuse.”

The Godfather menceritakan tentang Don Vito Corleone , pemimpin mafia di kota New York, Amerika. Kelompok yang dipimpin oleh Don Corleone adalah salah satu dari sekian banyak mafia yang ada di Amerika. Organisasi mafia tersebut dimiliki secara turun temurun dan orang-orang yang berkuasa di organisasi itu adalah keluarga dekat dari sang “Don” . Begitu juga dengan Don Corleone , orang-orang kepercayaannya adalah orang-orang terdekatnya dan kebanyakan yang mengisi posisi penting adalah anak-anaknya sendiri kecuali anak bungsunya yang bernama Michael Corleone yang pada awalnya adalah seorang tentara pahlawan perang Amerika. Dengan adanya banyak kelompok mafia yang tersebar di beberapa kota besar di seluruh penjuru Amerika, untuk melakukan kegiatan atau istilahnya berbisnis di kota lain yang wewenangnya dimiliki oleh kelompok mafia lain, suatu keolmpok mafia harus meminta izin atau meminta bantuan agar aktivitasnya di kota tersebut dimudahkan. Hal ini dikarenakan misal jika Don Corleone menguasai kota New York , maka kelompok mafia yang berasal dari New Jersey harus meminta izin kepada Don Corleone karena Don Corleone menguasai hampir seluruh sitem di kota tesebut. Polisi, Hakim, sampai politisi-politisi tersebut dipengaruhi oleh kekuatan yang besar dari Don Corleone.

Masalah dimulai ketika kelompok mafia lain yang dipimpin oleh keluarga Tattaglia meminta bantuan Don Corleone untuk membantunya dalam menjalankan bisnis narkotika dengan cara membagi koneksi yang dimiliki Don Corleone yaitu aparat keamanan dan juga politikus dengan tujuan agar bisnisnya berjalan lancar. Tetapi setelah mempertimbangkan , Don Corleone menolak untuk ikut berbisnis narkotika karena bisnis tersebut menurutnya akan merugikan mereka di masa yang akan datang, karena polisi saja yang membantu segala kegiatan Don Corleone angkat tangan jika berhubungan dengan narkoba.

Ternyata hal itu membuat keluarga Tattaglia kebakaran jenggot, mereka merasa marah dan kecewa karena tawarannya ditolak oleh Don Corleone , akhirnya pada suatu siang , antek-antek Tattaglia menembak Don Corleone ketika ia sedang berbelanja buah di sebuah pasar. Dan juga keluarga Tattaglia menculik penasehat keluarga Corleone , Tom Hagen yang juga adalah anak angkat Vito Corleone ntuk mengkhianati Don dan bekerja sama dengan Tattaglia. Lama kelamaan hal itu menjadi perang saudara sesama mafia yang menyebabkan mereka saling bunuh. Michael Corleone yang tidak terima ayahnya ditembak membunuh salah satu putra Tattaglia dan ada campur tangan dari kelompok mafia lain yaitu Barzini yang membunuh putra sulung Don , Sonny. Hal itu terus berlanjut dan dengan intrik-intrik yang bermain di dalamnya, lambat laun terbuka : siapa kawan dan siapa lawan.

Sebut gue kampungan karena baru sekarang nonton Godfather , tapi gue ngga menyesal karena seenggaknya akhirnya bisa nonton juga. Sebelum nonton gue pikir film ini bakal lebih mengarah ke action ketimbang ke dramanya. Tapi walaupun begitu , gue menikmati film ini ketika ditonton. Disini kita bisa ngeliat seremnya dunia mafia kalau kita terjebak di dalamnya. Salah sedikit , eksekusi. Walaupun di sisi yang lain , ada sifat Don Corleone yang bikin gue suka yaitu da selalu memegang kata-katanya. Hal ini berbeda dengan Don Corleone selanjutnya yang merupakan anaknya sendiri yang diakhir film berbohong. Seengaknya gue tahu Don Vito Corleone adalah orang yang berani , jujur, dan kharismanya itu yang ga ada duanya.

Untuk soal cast karena ini film tahun 1972, gue ngga banyak kenal sama pemerannya. Gue juga rada pangling ternyata yang memerankan Michael adalah Al Pacino , tapi dia masih muda. Ternyata Al Pacino pas masih muda mirip-mirip Milo Ventimiglia yang meranin Peter Petrelli di serial Heroes. Untuk aktor-aktor lainnya gue ngga bisa kasih komen secara personal ,soalnya gue juga baru ngeliat mereka di film ini. Untuk karakter yang paling pas menurut gue adalah duet ayah-anak Corleone , Vito & Michael yang diperankan oleh Marlon Brando dan Al Pacino. Marlon , dengan sosok berwibawa dan berkharisma yang ada dalam dirinya sangat pas dengan karakter Don Corleone yang merupakan pemimpin tertinggi suatu kelompok mafia. Dalam beberapa scene terlihat dengan dialognya yang sedikit tapi memukau , menunjukkan kekuatannya di organisasi itu. Type of  talk less,do more man. Sedangkan untuk Al Pacino muda ang memerankan Michael , juga memiliki warisan kharisma yang sama, namun karena masih muda, terkadang keputusannya ketika sudah menjadi Don terkesan rough dan terburu-bur. Tidak seperti ayahnya yang bertindak seefektif mungkin anpa meninggalkan jejak.

Walaupun settingnya bertempat di Amerika, tapi saat menonton film ini gue sama sekali ngga merasakan nuansa Amerika. Mulai rumah , tempat pernikahan, gereja, rumah makan sangat bernuansa Italiano. Bahkan orang-orang yang berlalu lalangpun umumnya memakai jas , topi bundar ala mafia dan menghisap cerutu. Mungkin yang terlihat sangat Amerika hanya karakter Tom Hagen dan juga Kay Adams yang merupakan istri Michael yang diperankan oleh Diane Keaton. Selebihnya , setting yang ditampilkan bernuansa Italia. Jadi terasanya mafia Italia sangat menguasai segalanya di Amerika pada saat itu.Untuk sutradaranya, Francis Ford Coppola , walaupun baru pertama kali gue nonton filmnya, dari internet gue lihat film-film garapannya cukup mendapat respon-respon yang sangat bagus. Boleh dimasukin ke list sutradara yang film-filmnya harus lo tonton.

Overall , buat yang menonton film ini pasti akan terpesona sama intrik-intrik yang digunakan mafia-mafia itu. Kita bakal menonton lebih banyak pertarungan kepintaran ketimbang perang pistol seperti kebanyakan film-film mafia yang sudah ada. Untuk yang gemar mantengin film drama tapi ngga melulu soal cinta, sangat gue rekomendasiin film ini buat kalian. Hanya saja saran gue saat nonton film ini adalah bawa makanan atau minuman, hal ini maksudnya adalah biar kita tetep fokus saat nonton film ini ,soalnya durasinya agak lama. Selamat menonton !

Director : Francis Ford Coppola

Cast : Al Pacino , Marlon Brando , Robert Duvall, James Caan

Release : 1972

Rate : 9/10

5 thoughts on “The Godfather (1972)

  1. Pingback: FILM THE GODFATHER

  2. Termasuk salah satu film terfaforit gue, intrik dalam film ini, mungkin juga mirip dengan peristiwa yang terjadi dikehidupan nyata. Tapi dari jaman dulu, masalah ambisi kekuasaan dengan segala bentuk dan alasannya yang terbungkus rapi, selalu melahirkan intrik yang menarik untuk dicermati, walaupun sering kali sangat tragis bagi beberapa pihak yang terlibat. Cerita kehidupan yang digelar Sang Maha Kuasa jauh lebih menarik untuk dinikmati, walaupun kita sendiri menjadi pemerannya, pahit – manis, kalah – menang, gagal – sukses, silih berganti.

  3. sy sngt suka film ini dari kecil bokap sdh sering muterin ini film. film ini diambil dari situasi nyata, yg menggambarkan amerika di masa2 mafia sgt berkuasa. sy setuju kalo dikatakan film ini punya cerita yg berkualitas dan pas dgn akting matang para bintangnya. tidak seperti film jaman sekarang yg cuma nonjolin visual effect aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s