A Beautiful Mind (2001)

Terlepas dari cerita dan filmnya yang menawan (yang akan gue bahas di bawah) , gue sangat suka dengan film dengan setting sebuah kampus. Mungkin karena gue juga seorang mahasiswa , jadinya seolah-olah terbawa suasana dengan keadaannya yang mirip dan senang aja ngeliat mereka (mahasiswa) dalam film itu belajar dan mencoba mewujudkan impian mereka dengan melakukan yang terbaik di kehidupan perkuliahan. Hal itu jadi semacam trigger tersendiri buat gue biar tetep mengeluarkan yang terbaik saat kuliah dan menyadarkan gue, bahwa gue adalah salah satu orang yang beruntung yang bisa merasakan kursi perkuliahan yang panas ini.

John Nash adalah seorang matematikawan asal Bluefield, Virginia yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Princeton University. Berbeda dengan kawan-kawannya yang mempublikasikan teori-teori yang idenya diinspirasi oleh orang-orang sebelumnya, Nash ingin membuat suatu teori yang original , buah hasil pemikirannya sendiri. Tidak pernah menghadiri kelas , sempat stress karena ide untuk teorinya tidak kunjung muncul , namun berkat seorang gadis cantik dan bantuan teman sekamarnya Charles , akhirnya Nash berhasil membuat teorinya sendiri dan lulus dari Princeton.

Lepas dari kuliah , Nash bekerja sebagai pemecah kode dan biasa dipanggil oleh angkatan militer Amerika untuk memecahkan kode rahasia. Ia juga sudah menjadi Professor dan terlibat sebagai pengajar di Massachusetts Institute of Technology (pengennya kuliah disini -_-). Di MIT ini jugalah ia bertemu tambatan hatinya , seorang mahasiswi bernama Alicia yang belakangan menjadi istrinya.

Lama kelamaan , John tidak bisa membedakan mana ilusi dan kenyataan , ia mengidap penyakit skizofrenia , dimana ia berilusi menjadi seorang agen rahasia yang ditugaskan untuk memecahkan kode-kode rahasia Russia yang mengancam keamanan Amerika Serikat. Akibat hal ini ia kehilangan kepercayaan teman-teman dan orang disekitarnya dan juga ia kehilangan pekerjaannya. Ilusinya sangat parah sampai karena hal itu ia hampir membunuh putranya sendiri yang masih bayi. Berkat dorongan istrinya dan bantuan dari seorang psikiater , Dr Rosen , Nash berusaha untuk melawan ilusi-ilusi yang diciptakan pikirannya sendiri dan mengembalikan karirnya seperti semula.

drawing the stars

Saat menonton film ini , gue juga sempat bingung mana yang benar. Apakah jalan pikiran John yang diceritakan dari awal atau perkataan Dr Rosen yang muncul di tengah-tengah cerita. Jadi berpikiran “loh tapi kan tadi gini” dan garuk-garuk kepala sendiri berpikir mana yang kenyataan dan yang bukan. Mungkin hal itu yang dicoba ditunjukkan oleh Ron Howard , sang sutradara. Bagaimana sudut pandang penonton apabila memiliki penyakit yang sama. Menyeramkan memang saat kita ngga bisa membedakan mana realita dan mana imajinasi.

Buat sedikit bayangan , ide yang digunakan dalam film ini adalah tentang skizofrenia tadi , bagaimana Nash mencampuradukkan fakta dan imajinasinya. Mungkin buat yang udah pernah baca novel Therapykarya Sebastian Fizek dan nonton Shutter Island yang dibintangin Leonardo Di Caprio , ide ceritanya bakalan mirip-mirip.

Untuk flow ceritanya , menurut gue tersusun dengan rapih dan ngga ada flow yang kosong. Semuanya tertata bagaimana sebuah scene dibangun untuk mencapai klimaks maupun sebuah ending. Saat-saat paling mengharukan tentu saj asaat John Nash berpidato ketika ia mendapatkan penghargaan Nobel dan al itu ia dedikasikan untuk sang istri Alicia. Gue sampe berharap semoga gue bisa mendapatkan istri seperti Alicia, yang selalu mendampingi Nash bahkan saat Nash berada pada titik terendahnya sekalipun. Alicia tetap sabar dan tegar mendorong suaminya agar kembali sembuh sediakala.

A Beautiful Mind adalah sebuah film yang inspiratif. Banyak banget pesan positif yang bisa ambil dari sini. Bagaimana kita harus tetap fokus pada hal yang benar , walaupun ketika menjalaninya banyak orang yang menyela atau menghina kita. Lalu sebaiknya dalam membuat sesuatu , atau mengerjakan sesuatu , sebaiknya jangan terlalu terpaku pada apa yang sudah orang kerjakan.  Dan tentu saja gue rekomendasikan film ini untuk semua cewe , walaupun film ini menceritakan biografi John Nash , tapi karakter Alicia menurut gue harus diketahui semua cewe , bagaimana dia ada untuk suaminya setiap waktu , terutama di saat-saat getirnya. Harus nonton deh buat seluruh mahasiswa , terutama yang jurusannya matematika pasti bakal lebih ngena , selamat menonton ! it’s a good movie , i guarantee !

Director : Ron Howard

Cast : Russell Crowe, Ed Harris, Jennifer Connelly, Christopher Plummer, Paul Bettany

Release : 2001

You’ll like if You Like: Therapy Novel , Shutter Island, 127 Hours

Rate : 8/10


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s