Life Is Beautiful (1997)

This is a simple story… but not an easy one to tell.

Satu lagi film lain yang menurut gue pantes dapet nilai 10 dari 10. Dan sekali lagi film yang menurut gue bagus dari sisi cerita berasal dari film klasik. Ngga tau kenapa film klasik punya tempat sendiri di hati gue. Film ini bukan buatan Hollywood , tetapi berasal dari Italia , negeri yang sama yang menginspirasi The Godfather. Nampaknya film-film klasik yang berhubungan dengan negara pizza tersebut punya poin yang layak untuk ditonton.

Life Is Beautiful menceritakan tentang seorang pria Yahudi-Italia bernama Guido , yang menurut gue hidupnya bener-bener kaya dongeng (ya iyalah kan ini film). Pada awalnya ia adalah seorang pelayan di sebuah restoran milik pamannya lalu kemudian memutuskan untuk membuka sebuah toko buku juga di sebuah sudut kota. DI kota tersebut ia jatuh cinta kepada Dora , yang sayangnya Dora sudah bertunangan dengan orang lain. Ternyata pada suatu malam di restoran pamannya ada sebuah pesta yang ternyata pesta itu adalah pesta pernikahan Dora. Dora yang bertemu guido di pesta itu meminta Guido membawanya pergi dan akhirnya mereka kabur dari pesta dengan menggunakan kuda yang dicat hijau (scene ini lucu).

Akhirnya Dora dan Guidopun menikah dan memiliki seorang anak laki-laki yang lucu dan pintar bernama Joshua. Mereka hidup bahagia dan Guidopun masih bekerja sebagai penjaga toko buku. Namun saat itu ,penyiksaan terhadap kaum Yahudi yang dilakukan Jerman semakin menjadi-jadi sampai suatu saat orang-orang Yahudi dibawa ke sebuah kamp untuk melakukan kerja paksa , termasuk Guido , istrinya dan juga pamannya. Ada adegan yang giris menurut gue di film ini dimana ada suatu waktu orang-orang tua dan anak-anak diberitahu saatnya waktu mandi. Padahal di “kamar mandi” tersebut mereka bukan madi air, tapi mandi gas yang membuat mereka terbunuh. Paman Guido termasuk salah satunya. Joshua yang mempunyai kebiasaan malas mandi lolos dari kejadian tersebut dan mencari ayahnya yang sedang bekerja mengangkat besi. Setelah itu Joshua diberitahu ayahnya harus bersembunyi dan tidak boleh diketahui keberadaannya oleh orang lain.

Guido berbohong kepada anaknya bahwa peristiwa yang sedang ia alami adalah sebuah permainan mengumpulkan poin dan apabila ada orang yang berhasil mendapatkan 1000 poin , maka ia akan keluar sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah sebuah tank. Joshua yang sangat suka sebuah tank akhirnya menuruti apa kata ayahnya sampai ia rela tidak makan , tidak ribut, tidak bertemu orang lain sampai akhirnya bersembunyi di suatu kotak besi sampai keadaaan di camp itu benar-benar sepi. White Lies. Perjuangan Guido untuk terus meyakinkan Joshua bahwa mereka tidak sedang diperbudak ini yang lucu dan mengundang tawa. Walaupun terkadang kita tertawanya tertawa giris.

Pertama nonton film ini sebenernya agak kagok karena si pemainnya ngomong pake bahasa Italia tapi dubbingannya pake bahasa Inggris. Tapi lama kelamaan jadi kebiasaan juga dan akhirnya hal itu ngga jadi masalah. Lalu kredit lebih juga harus diberikan kepada Roberto Benigni , pemeran Guido yang juga sekaligus jadi sutradaranya. Jadi salah satu dari sutradara atau pemain saja butuh tingkat konsentrasi yang tinggi ,apalagi kalau menjadi keduanya sekaligus. Piala Oscar yang didapat untuk film ini membuktikan kepiawaian Benigni baik dalam berperan sebagai pemain maupun ketika ia menyutradarainya.

Kenapa gue menilai film ini layak dapet 10? film ini sederhana , ngga ada intrik ,ngga ada hal yang mengharuskan kita memutar otak seperti nonton Inception atau The Godfather. Film ini isinya tentang kejujuran dan kesederhanaan . Walaupun dalam perlakuannya Guido berbohong , tetapi ia berbohong karena jujur , karena ia jujur ingin mencintai Dora yang notabene bukan ‘kelas’nya , jujur ingin menenangkan hati anaknya yang masuk kamp kerja paksa Nazi dan mengatakan kalau yang mereka lakukan adalah hanya sebuah permainan. Dan kejujuran guido ngga dilakukan dengan melakukan hal yang berlebihan atau dnegan suatu rencana sebelumnya. Ia bertingkah dengan sederhana teteapi kesederhanannya itu yang jadi daya tarik untuk dirinya. Film ini juga dijamin bakal mengaduk-aduk hati yang menontonnya , dan buat yang ngga bisa nahan emosi di hati gue yakin saat menonton film ini emosinya bakal meluap.

Seperti pada kalimat pembuka di atas, sebenernya ide film ini sederhana. Tapi karena karakter Guido yang dibawakan oleh Roberto Benigni sangat menawan , ide yang sederhana tersebut dapat tersaji dengan baik dan membuat kita yang menonton jadi kagum dan terbawa suasana. Ini rasanya seperti makan mie goreng tetapi terasa seperti spaghetti carbonara , walaupun sama-sama enak tapi mereka berada dalam tingkatan enak yang berbeda. Pada akhirnya , film ini mengajarkan kalo kita bisa melihat segala sesuatu yang terjadi pada hidup sebagai sesuatu yang menyenangkan , maka hidup kita akan menyenangkan. Ga perlu merepotkan diri kita dengan hal-hal yang ngga penting. Atau membesar-besarkan masalah yang sepele. Cukup syukuri apa yang ada dan nikmatilah. Maka hidup kita akan terasa indah seperti yang Guido dan Joshua rasakan. Sangat gue rekomendasiin buat semua pecinta film , dan buat orang-orang yang sensitif atau buat cewe-cewe yang mudah terenyuh. Jangan lupa sediakan satu box tisu ketika menonton film ini, ngga usah yang basah yang kering aja, nanti juga saat menonton film ini tisu kamu akan basah sendiri. Selamat menonton dan Salam Super !

Director : Roberto Benigni

Cast : Roberto Benigni , Nicoletta Braschi, Giorgio Cantarini, Giustino Durano, Horst Buchholz, Pietro De Silva

Release : 1997

Also Known As : La vita è bella

You’ll like if You Like: Amadeus , Oliver Twist

Rate : 10/10


2 thoughts on “Life Is Beautiful (1997)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s