Ran (1985)

Film pertama dari Akira Kurosawa yang gue tonton . Menurut artikel-artikel yang gue baca dari internet , katanya Akira Kurosawa selalu membuat film-film yang bagus dan layak ditonton. Dan ada beberapa filmnya yang mendapat Oscar juga. Kebetulan pas liburan kemarin saat gue main ke rumah tante , ada beberapa dvd film karya Akira Kurosawa ini , dan gue memilih film ini dan Yojimbo untuk gue pinjem , dan berkat cover dvdnya yang lebih menarik , akhirnya gue memilih Ran sebagai film yang gue tonton duluan.

Oke buat ceritanya , film ini mengisahkan tentang seorang kaisar atau raja yang bernama Hidetora Ichimonji yang memiliki tiga orang anak laki-laki bernama Taro, Jiro, dan Saburo. Karena sudah dimakan usia , Ichimonji berniat untuk mundur dari jabatannya sebagai raja dan membagi daerah kekuasaannya kepada ketiga anaknya. Taro dan Jiro yang merupakan anak tertua dan kedua setuju dengan ide sang ayah dan mendukung ide tersebut. Tetapi sang bungsu , Saburo menertawakan ide ayahnya dan berkata sarkas kalau ide sang ayah hanya akan membawa kehancuran bagi kerajaannya. Perkataan Saburo juga dianggap benar oleh sang penasehat raja Tango.

Karena dianggap membangkang , Saburo dan Tango diusir dari kerajaan. Akhirnya kerajaan Ichimonjipun dibagi menjadi dua yang dipimpin oleh Taro dan Jiro. Setelah memegang kendali kerajaan , Taro dan Jiro lupa diri dan mengabaikan ayahnya sendiri. Bahkan Taro dan Jiro berkonspirasi untuk menyingkirkan ayahnya sepenuhnya dari kerajaan agar mereka bisa menguasai kerajaan tanpa intervensi dari ayahnya. Akhirnya dengan sebuah rencana , Jiro dan Taro berhasil mengalahkan pasukan milik ayahnya dan mengusir ayahnya dari kerajaan.

Ichimonji , ditemani pengawal yang tersisa dan pada sautu saat bertemu dengan Tango , hidup luntang-lantung tak tentu arah. Sampai pada akhirnya terkadang Ichimonji hilang ingatan dan kesadaran sehingga bertingkah seperti orang gila. Tango menyarankan Ichimonji untuk bertemu Saburo , anak bungsunya yang ia yakini pasti bakal membantu ayahnya sendiri. Tapi Ichimonji menolak saran itu karena ia takut bertemu kembali dengan Saburo yang pernah ia usir. Akhirnya , Tango meninggalkan Ichimonji untuk bertemu dengan Saburo , dan Saburo yang mendengar nasib ayahnya yang menderita akhirnya membantu sang ayah untuk membalas perbuatan kedua kakaknya.

Menonton sebuah film yang dialognya bukan bahasa Inggris sebenernya agak aneh dan … yaitu aneh aja. Karena ngga biasa kali ya , atau mungkin terlalu terpaku pada kebanyakan film yang gue tonton adalah film yang dialognya Bahasa Inggris. Jadi menonton film ini , Le Vie En Rose yang menggunakan bahasa Prancis atau Life Is Beautiful yang menggunakan bahasa Italia agak membuat kagok di telinga. Walaupun misalnya dialognya diubah jadi pake bahasa Inggris , jadinya malah ngga enak dilihat soalnya suara yang keluar beda dengan posisi mulut si pemain filmnya, ngga match.

Inti dari film ini sebenernya adalah tentang kepercayaan. Kepercayaan seorang ayah kepada anak-anaknya , kepercayaan seorang anak yang yakin bahwa keputusan yang diambil ayahnya adalah sebuah kesalahan , dan juga kepercayaan yang disalahgunakan. Film ini juga menunjukkan ketamakan , disini diperlihatkan kalo orang yang tamak ngga akan pernah puas. Adalah sebuah kebohongan kalo orang yang tamak mengajak orang lain untuk bekerja sama dan pada akhirnya dia akan membagi hasil kerjasamanya dengan partnernya. Pasti pada akhirnya orang yang tamak akan mencoba menguasai hasilnya seorang diri , padahal ketika bekerja sama dia akan nampak seperti orang yang paling mengerti dan paling baik sedunia. Bakar aja deh orang-orang macem kaya gini (curhat)

Melihat dari tahun pembuatan film ini yaitu pada tahun 80an , gue sangat kagum dengan filmnya. Niat banget bagaimana membuat film perang seperti ini yang gue yakin orang-orang yang terlibat sebagai pemain di film ini banyak banget terutama figuranyang berperan sebagai pasukan. Lalu dari segi kostum juga keren banget. Niat banget. Hal-hal lain seperti pemilihan tempat , setting tempat seperti benteng yang dibuat sangat bagus walaupun kebanyakan pada akhirnya dibakar pada saat adegan perang terjadi. Sebuah film yang terkonsep dengan sangat baik sehingga ngga aneh saat itu film ini bisa dapet Oscar.Sedih juga Jepang yang saat itu sudah bisa menghasilkan karya semacam ini , tetapi Indonesia masih berkutat pada film-film horror murahan dan film komedi berbau seks , yang nampaknya sedang terulang lagi di dunia perfilman kita saat ini. Jadi para sineas indonesia , seperti kata band Armada , mau dibawa kemana perfilman Indonesia ?

Director : Akira Kurosawa

Cast : Tatsuya Nakadai, Akira Terao, Jinpachi Nezu, Daisuke Ryû, Mieko Harada, Masayuki Yui, Mansai Nomura

Release : 1985

You’ll like if You Like: Yojimbo , Rashomon

Rate : 7/10


 

2 thoughts on “Ran (1985)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s