Rindu Purnama (2011)

Film Indonesia pertama di tahun 2011 yang menurut gue cukup berkualitas dan menghibur. Mengangkat kehidupan jalanan di ibukota Indonesia, Rindu Purnama menyajikan kisah kebahagiaan masyarakat kelas menengah ke bawah yang jarang terjadi di himpitan keterbatasan dalam kehidupan  mereka.

Pada awal filmnya , kita akan disajikan keseharian anak-anak jalanan mengisi harinya , mengamen di jalan raya pada saat lampu merah menyala. Rindu , seorang gadis kecil menyenangkan dan teman-temannya termasuk anak-anak yang kurang beruntung itu , tapi mereka menjalaninya dengan senyum dan canda tawa. Sampai suatu saat tiba-tiba datang aparat ketertiban yang berusaha menangkap Rindu dan teman-temannya , yang spontan langsung melarikan diri dari para aparat keteriban tersebut. Terjadilah adegan kejar-kejaran antara para anak pengamen dan aparat ketertiban. Sambil melihat scene ini, kita juga diajak melihat bagaimana keadaan kumuhnya ibukota , rumah-rumah yang tumpang tindih , tumpukkan sampah yang menggunung , dan bagaimana sebagian besar golongan masyarakat negara ini beraktivitas, sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Teman-teman rindu yang lebih menguasai “medan” , akhirnya berhasil lolos dari kejaran para petugas ketertiban. Melihat scene ini , gue jadi ingat kembali film Slumdog Millionaire , film India peraih Oscar yang di dalamnya juga menyajikan scene yang mirip-mirip.

Namun naas bagi Rindu , saat berlari menyebrangi jalan ,Pak Pur , sang supir mobil yang menabrak Rindu mebawanya ke rumah sakit. Setelah hasil pemeriksaan , diketahui bahwa Rindu mengalami amnesia ringan . Pak Pur yang tak tahu dimana Rindu tinggal dan juga karena Rindu tak ingat namanya sendiri , tidak tega meninggalkan Rindu tanpa arah di jalanan , akhirnya Pak Pur membawa Rindu ke rumah majikannya , Surya. Surya yang tidak menyukai adanya orang asing di rumahnya , menyuruh Pak Pur untuk mengembalikan Rindu ke jalanan , namun Pak Pur yang menceritakan bahwa Rindu mengalami hilang ingatan , memohon kepada Surya agar Rindu tetap diperbolehkan tinggal di rumah. Namun karena asal-usul dan nama Rindu yang tidak diketahui , Rindu dipanggil dengan nama Purnama.

Karena suatu sebab , Purnama yang lama-lama merasa tertekan karena tahu Surya tidak mengiginkan keberadaannya di rumah itu akhirnya pergi tanpa pamit. Namun ternyata kejadian kaburnya purnama membawa rasa bersalah untuk Surya. Berbekal gambar-gambar crayon yang digambar Purnama , Surya dan Pak Pur mencari Purnama ke tempat-tempat yang mirip dengan lukisan Purnama. Pencarian purnama membuat Surya kelupaan tentang proyek anak bosnya , Monik yang menaruh hati pada Surya. Proyeknya adalah pembuatan kawasan real estate di sebuah perkampungan tempat Rindu dan teman-temannya tinggal. Secara ngga langsung , Ridu a.k.a Purnama menjadi tali penghubung bertemunya Surya dan Sarah , pendamping anak asuh termasuk Rindu , yang kelak Surya menjadi penyelamat bagi kehidupan Sarah , Rindu , dan teman-temannya.

Secara keseluruhan , film ini menceritakan tentang cinta yang bermacam-macam bentuk dan cara penyampaiannya. Yang jelas semua karakter ini berusaha menunjukkan cintanya masing-masing dengan caranya masing-masing. Gue menikmati film ini dengan kesederhanannya , ngga perlu tema yang aduhai rumit memutar otak kalo dengan teman yang sederhana seperti ini kita sudah bisa menikmati sebuah film.Di satu sisi kita akan disuguhkan suasana melankolia , namun kita juga akan merasakan romansa dalam film ini , baik yang menyenangkan ataupun membuat getir.

Poin plus juga ditujukan buat proses pengambilan gambarnya yang rapih dan diambil dari sudut pandang yang oke. Jujur, soal pengambilan gambar , gue rasa film ini adalah salah satu film Indonesia terbaik untuk hal itu. Lagu-lagu yang mengisi film ini juga cukup membangun suasana filmnya , seperti lagu pada saat scene anak-anak dikejar oleh petugas ketertiban , dan juga lagu pada saat Rindu kabur dari rumah.Sangat terlihat kalau film ini diupayakan proses produksinya dikerjakan sebaik mungkin dan hasilnya menggambarkan usahanya.

Rindu purnama menurut gua cukup membuka mata hati para penonton untuk lebih aware dengan keadaan di sekitarnya. Film ini juga mengajal kita untuk menghargai sesama , saling membantu jika ada yang membutuhkan bahkan pada saat keadaan kita sedang berada dalam kesempitan sekalipun. Ada satu scene yang membuat gue cukup terenyuh , yaitu ketika Purnama kabur dari rumah dan bertemu teman baru yang dipanggil “Monyet” , mereka mengamen dan setelah berhasil mengumpulkan uang , mereka membeli makanan dan membagi-bagikan makanannya kepada orang-orang di jalanan , suatu hal yang cukup menusuk untuk mengingatkan kita agar selalu berbagi.

Sang sutradara Mathias Muchus , berhasil memukau penonton dengan film debutannya sebagai seorang director. Sukses sebagai pemain film nampaknya dilanjutkan kembali sebagai profesi terbarunya , sutradara. Kalo mengingat film ini adalah fim debutnya , gue menaruh harapan dan ekspektasi untuk film-film Mathias Muchus selanjutnya. Untuk soal pemain filmnya , hadir beberapa nama yang cukup berpengalaman di dunia perfilman. Sebut saja Tengku Firmansyah, Titi Sjuman , Landung Simatupang, dan juga Ririn Ekawati . Hadir juga aktor-aktor cilik baru yang meramaikan film ini , sang tokoh utama yang memerankan Rindu , Salma Paramitha walaupun dalam beberapa adegan terlihat masih kaku , namun cukup manis dalam melakukan aktingnya , siapa sangka mungkin saja Salma bisa menjadi Sherina baru suatu saat kelak.

Director : Mathias Muchus

Cast :  Tengku Firmansyah, Titi Sjuman, Ririn Ekawati, Landung Simatupang, Salma Paramitha

You’ll Like If You Like : Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Release : 2011

Rate : 7/10


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s