Mr. Nobody (2009)

7/10 Where Is Reality ?

Mungkin orang-orang mengenal Jared Leto sebagai aktor film terlebih dahulu , baru mereka semakin mengenalnya pada saat ia naik daun di band 30 Second To Mars. Tapi sialnya gue tahu Jared Leto pertama kali adalah ketika dia jadi vokalis , dan setelah itu baru gue tahu kalo basicnya dia adalah seorang aktor -_- . Dan Mr. Nobody adalah film Jared Leto pertama yang gue tonton. Karena kebiasaan liat dia bergaya di video klipnya 30 Second To Mars , perasaan jadi canggung aja liat dia akting , seolah-olah tiap adegan dia mau scream .. awkward ..

Mr. Nobody menceritakan kisah hidup seorang manusia bernama Nemo Nobody yang diperankan oleh Jared Leto. Di sini Nemo menjalani hidup yang ngga biasa , dimana ia bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahannya , dan terkadang ia terlempar ke masa depan yang belum pernah ia lewati sebelumnya. Ngga seperti manusai biasa yang hanya memiliki satu kehidupan , Nemo memiliki tiga kehidupan yang terkadang ngga jelas mana yang realita dan mana yang halusinasi karena semuanya nampak nyata.

Di masing-masing kehidupan , Nemo memiliki jalan ceritanya sendiri . Di masing-masing kehidupan itu juga Nemo memiliki kisah cintanya masing-masing. Ia hidup bersama Anna yang merupakan cinta sejatinya, Elise yang walaupun sudah menjadi istri Nemo tetapi nga bisa melupakan cinta pertamanya , dan Jeanne wanita yang memotivasi Nemo untuk selalu jadi yang terbaik. Ketiga wanita inilah yang menjadi pemicu utama Nemo bisa terlempar , meloncat-loncat melewati batasan waktu yang terkadang Nemo sendiri ngga menyadari saat ini ia berada dalam realitas yang mana. Dan pada akhirnya ia disadarkan oleh dirinya sendiri tentang eksitensinya di dunia ini.

Selain Jared Leto , di film ini juga hadir 3 wanita cantik yang siap mewarnai film yang cenderung kelabu , mereka adalah Sarah Polley , Diane Kruger , dan Linh Dan Pham. Ada juga remaja cantik Juno Temple yang aktingnya cukup berani bersama Nemo versi  16 tahun Toby Regbo yang juga memerankan Albus Dumbledore muda di film Harry Potter and The Deathly Hallows : Part 2 Juli nanti. Jadi buat soal castnya juga variatif dari berbagai umur karena alur filmnya yang maju mundur.

Film yang disutradarai Jaco Van Dormael ini menurut gue idenya bagus , mirip-mirip The Butterfly Effect tapi sedikit berbeda. Pria berkebangsaan Belgia ini juga sangat memanjakan yang menonton lewat tampilan visual yang keren. Suasana tahun 80an sampai abad 21 bisa digambarkan dengan baik oleh Van Dormael. Pengambilan gambarnya juga menurut gue perlu dikasih kredit lebih karena sepertinya setiap take telah diperhitungkan matang-matang. Dari segi Make up juga menurut gue keren , disini kita bisa melihat Jared Leto versi umur ratusan tahun , ngeliatnya pertamakali bergidik juga.

Secara keseluruhan , film yang sebagian besar take nya dilakukan di depan greenscreen ini cukup keren dan layak dinikmati terutama untuk penggemar sci-fi dan juga penggemar alur maju mundur yang dilakukan juga di The Butterfly Effect dan 500 Days of Summer. Kesan pengambilan dan penyajian gambarnya juga menurut gue mirip film Fight Club , ringkas dan cepat. Satu-satunya yang kurang mungkin menurut gue adalah  Jared Leto yang kurang ekspresif , muka lagi sedih sama lagi seneng sebelas-duabelas😀

Director : Jaco Van Dormael

Cast : Jared Leto , Sarah Polley , Diane Kruger , Linh Dan Pham, Toby Regbo, Juno Temple , Rhys Ifans

Release : 2009

Runtime : 141 Minutes

You’ll Like If You Like : The Butterfly Effect , Fight Club, Source Code

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s