City of God (2002)

9/10 Violence 

Mungkin inilah gambaran dimana tiran berkuasa. Mereka ada , nyata , namun semua orang ngga berani berbuat apapun untuk merubahnya. Sungguh mengerikan melihat bagaimana semua orang sebenarnya takut , tapi mereka ngga punya keberanian untuk melawan. Masalah yang kemudian berakhir karena akhirnya muncul tirani yang baru , dan seperti kisah klasik yang sudah-sudah , penguasa yang lama akan kalah.

City of God yang ceritanya diinspirasi oleh sebah kisah nyata yang terjadi di Brazil pada tahun 1960-1970an , menceritakan tentang sekumpulan pemuda yang akhirnya menjadi gangster penguasa kota akibat pada masa kecilnya , mereka belajar dari tiga orang pemuda yang menamakan dirinya The Tender Trio , yang selalu berbuat onar dengan mencuri dari para penjual yang melintasi kota.

Lil’Ze , salah seorang bocah yang belajar dari The Tender Trio , melihat hal ini dan menginspirasinya untuk menjadi penguasa kota. Semakin bertambah dewasa , perlahan Lil’Ze bersama partner in crimenya Benny menguasai sisi kelam City of God dan menguasai bisnis gelap mulai dari perdagangan narkoba , jual-beli senjata api , sampai perampokkan bank lokal setempat dan juga menyuap polisi sehingga aksinya tetap terjaga.

Rocket , adik dari Goose , salah seorang anggota The Tender Trio , muak dengan kekerasan yang ada di kotanya dan memilih untuk mengembangkan hobinya untuk menjadi seorang fotografer profesional. Namun ternyata seiring berjalannya waktu , secara tidak langsung keberadannya di kota tersebut membuatnya harus terus bersinggungan dengan Lil’Ze , sampai akhirnya hal itu membawa keberuntungan untuknya karena ia menjadi saksi sejarah saat tirani yang lama berakhir dan digantikan oleh kekuasaan yang baru.

Kalo kamu berharap di fim ini bakal ngeliat orang Brazil bermain bola dan memamerkan skill mereka dalam mengolah si kulit bundar , lebih baik cari saja dvd Goal karena di film itu lebih banyak adegan jugglingnya. Dari scene-scene awal dimulainya film ini , sudah terlihat kalo film ini ngga pantes ditonton buat adek-adek kita yang masih SMP , apalagi SD . Jadi lebih baik nontonnya di kamar sendirian sambil bawa cemilan . Ngga seperti film biasanya yang sudah-sudah , City of God membawa kita ke daerah yang ngga umum dilihat , sebuah daerah pengasingan bagi warga Brazil yang ketika itu ngga punya penghasilan. Di tengah himpitan keterbatasan itu ternyata lahir sebuah peristiwa yang efeknya besar walaupun berawal dari sebuah hal kecil.

Yang menjadi kelebihan dari City of God adalah walaupun film ini berbudjet rendah , tapi sinematografi yang dihasilkan sangat memuaskan. Bagaimana satu scene bisa bercerita begitu banyak hanya dengan melihatnya dari banyak sudut pandang, alur cerita yang maju mundur sehingga terkadang alasan-alasan yang dilakukan baru ketahuan beberapa scene setelahnya. Ide film yang berasal dari kisah nyata juga sangat membantu karena membuat alurnya runtun . Unsur dramanya juga menurut gue sangat membawa mood yang menonton.

Satu-satunya yang menjadi halangan adalah kita harus membaca subtitlenya (kecuali kalo kamu bisa bahasa portugis) , sehingga mungkin akan ada detil-detil kecil yang agak terlewat. Dan ya itu tadi , film ini bukan jenis film yang bisa kamu tonton bareng adek kamu yang lebih kecil , dan lebih nyaman ngga ditonton bareng orang tua kamu juga. Ratingnya mungkin 21+ karena adegan kekerasan yang ada di dalamnya. Jadi , cukup dewasalah untuk bisa menonton film ini dan menikmatinya :]

Directed By : Fernando Meirelles

Cast : Alexandre Rodrigues, Seu Jorge, Alice Braga, Leandro Firmino, Phellipe Haagensen

Also Known As  : Cidade de Deus

Runtime : 130Minutes

Genre : Crime , Drama , Action

You’ll Like If You Like : American History X 

2 thoughts on “City of God (2002)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s