The Art of Getting By (2011)

7/10 Pretty Close

George, sang karakter utama adalah seoarang murid SMA yang mungkin bisa dibilang sedang mencari jati diri. Dia mempertanyakan arti hidup karena pada saat mati, kita akan mati sendirian, dan jauh sebelum itu saat kita dilahirkanpun kita juga sendirian. Kalo dia memikirkan quote “we born alone, we die alone” , mungkin mirip-mirip sama kalimat yang pernah gue liat “life are things between plans…” dan kalo boleh saya tambahin “sometimes we trapped in plans” . Mungkin temen-temen juga terkadang pernah berpikir, apa esensi kita hidup. Untuk seseorang yang beragama, tujuannya sudah jelas, berbuat sebaik mungkin di dunia ini untuk dapat hidup bahagia di kehidupan setelahnya. Untuk seorang ayah, mungkin hidup adalah berbuat sebaik mungkin untuk membahagiakan keluarganya. Untuk seorang pecinta, hidup adalah membahagiakan apa yang dicintainya. Tapi manusia (seperti saya), terkadang memiliki apa ya istilahnya, loose time, disaat pikiran bertanya kepada diri kita sendiri, apa sih kejaran kita hidup? Kalo dibalikin ke George tadi, mungkin saat-saat seperti inilah saat dimana kita sedang mencari jati diri, mencari arah kemana kita melangkah.

Ide filmnya menurut saya oke, realistis, dan ngena banget karena setiap orang pasti (menurut saya) pernah bertanya kepada diri mereka sendiri apa yang akan dilakukan setelah ini?

Tapi sayang eksekusinya kurang.. George memilih menggunakan waktunya untuk melakukan hal-hal yang ia sukai ketimbang mengerjakan PR yang seabreg dengan dalih ia melakukan itu karen atakut waktunya habis untuk suatu hal yang percuma. Kurangnya film ini adalah, pada akhirnya, sesuatu yang ia inginkan tidak menjadi hal yang berarti untuk George sendiri. Mungkin Gavin Wiensen, sang sutradara ingin memperlihatkan sisi realita yang menimpa orang kebanyakan dimana pada akhirnya manusia “terpaksa” buat memilih untuk bersikap realistis sesuai dengan keadaan yang ada dibandingkan terus mengejar keinginannya.

Menurut saya film ini cukup menghibur, aromanya sama seperti Juno dan 500 Days of Summer. Bahkan karakter Sally sekilas membuat saya teringat pada karakter Summer. Buat yang suka film-film ringan dan tetep realistis film ini boleh dicoba buat ditonton di sela-sela waktu ujian :p . Selamat UAS !

One thought on “The Art of Getting By (2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s