The Swordless Samurai

The Swordless Samurai : Pemimpin Legendaris Jepang Abad XVI
Penulis : Kitami Masao (Diedit oleh Tim Clark)
Jenis : Biografi 
Penerbit : Zahir Books
Publish : Desember 2010
8/10

Hideyoshi adalah seorang anak petani miskin yang hidup pada abad ke-16. Zaman dimana Jepang berada dalam masa yang gelap dan hukum yang berlaku adalah hukum pedang. Pada saat itu, menjadi seorang samurai dan bekerja pada pemilik kekuasaan adalah profesi yang paling menguntungkan. Tetapi tidak semua orang bisa menjadi samurai, hanya orang-orang terpilih dari garis keturunan tertentu yang dinobatkan sebagai seorang samurai. Bagi Hideyoshi,pekerjaan itu tentu jauh dari kenyataan, apalagi dirinya memiliki kekurangan dari status anak petani, bahkan bentuk rupa tubuhnya yang pendek dan kurus seolah mendukung nasibnya untuk tidak menjadi seorang samurai. Tapi ia dibekali kepintaran yang jauh lebih tinggi dari orang-orang yang berasal dari status sosial yang sama. Dengan bekal kepintarannya itu, ia mulai bertualang dari alasan menyambung hidup setiap hari, sampai akhirnya bermimpi untuk menyatukan Jepang dalam satu bendera karena pada saat itu Perang antar golongan di Jepang sangatlah marak.

Hideyoshi pada awal perjalanannya bekerja sebagai apapun, tukang semir sepatu, pedangang keliling, dan pembantu. Namun perlahan-lahan ia mulai memasuki ranah perebutan kekuasaan dengan bekerja pada salah satu orang berpengaruh saat itu, Lord Nobunaga. Berprinsip pada jangan menyia-nyiakan kepercayaan, fokus pada memberi, berpikir kreatif, bertanggung jawab, dan hal-hal positif lainnya, si Monyet (panggilan Hideyoshi) mulai naik pangkat sampai akhirnya ia menjabat sebagai seorang Wakil Kaisar berkat rasa kepercayaan orang lain kepada dirinya yang telah ia bangun berpuluh-puluh tahun.

Yang menarik pada saat membaca buku ini adalah kita seolah-olah sedang mendengarkan langsung curhatannya Hideyoshi ketika ia masih menjadi orang kecil sampai menjadi orang nomor satu di Jepang pada masanya, dan buku ini bukan sejenis one side book dimana orang cuma bisa ngeliat hal-hal yang bagus dari seorang Hideyoshi. Pada bagian akhir buku, diceritakan juga beberapa keputusan salah yang diambil  oleh Hidoyoshi seperti menginvasi Korea dan Cina yang cuma menyebabkan banyaknya kematian prajurit, membunuh keponakannya yang suda ia angkat menjadi panglima tertinggi yang menjadi keluarganya, dengan ditambahkan kalimat-kalimat penyesalan yang gue juga ngga tau apakah itu kalimat yang benar-benar ia ucapkan atau cuma kalimat yang dibuat editor bukunya biar ngga terlalu terlihat tragis akhir kehidupan dari Hideyoshi. Tapi, secara umum, banyak banget manfaat yang bisa kita ambil dari perjalanan hidup si “Monyet” ini, ngga seperti ngebaca self help book yang biasa, dimana banyak yang ngerasa kalo hidup ngga sesimpel yang mereka tulis, buku ini jadi menarik karena memang benar-benar ada seseorang yang melewati semua kejadian yang ada di buku itu. Walaupun kita udah ngga hidup di zaman samurai, inti dari semua usaha yang dilakukan Hideyoshi bisa kita ambil manfaatnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s