Batu Templek (Pasir Impun, Bandung Timur)

Kemarin (Selasa, 5 Februari 2013), saya melihat sebuah foto air terjun yang muncul di Homepage Facebook yang di post oleh temannya dosen. Pas ngeliat komen-komennya dan membaca descriptionnya, ternyata air terjun itu berada di daerah Pasir Impun, karena cukup dekat dengan lokasi rumah, saya jadi penasaran dan langsung komen di foto tersebut untuk menanyakan jalur terderkat ke Batu Templek, walaupun ngga kenal orangnya hehe.

Setelah tau perkiraan jalur yang harus diambil, saya cek di Google Maps, ternyata jaraknya cukup dekat yaitu sekitar 5,1 km. Dengan semangat pengen jalan-jalan, ngeliat-liat tempat baru, saya langsung berencana buat berangkat sesepedaan ke Batu Templek besok (yang berarti hari ini, 6 Februari 2013).

Karena ini pertama kalinya saya bersepeda dengan tujuan yang jelas, tetapi saya belum pernah ke tempat itu sebelumnya, saya ajak teman-teman sekomplek saya untuk ikut bersepeda, tapi sialnya teman-teman saya lagi pada sibuk, ada yang kuliah, pergi ke jakarta, dan sekalinya ketemu temen pagi-pagi pas mau berangkat, eh dia malah curhat IPnya semester ini jelek (2,9 di semester pertama dibilang jelek, bersyukurlah kamu pit!).

Rute

Sebenarnya untuk sampai ke Batu Templek, dapat dicapai melalui beberapa jalur, bisa masuk dari Jl Padasuka atau Cikadut kalau mau bersepeda dengan jarak yang cukup jauh dan tanjakan yang cukup banyak. Rute yang saya tempuh sendiri mungkin merupakan jalur terdekat:

Masuk dari Jalan Pasir Impun, (kalo dari arah Cicaheum kira-kira 200 m dari LP Sukamiskin ke arah Ujung Berung – Belok ke kiri)

Terus ke atas kira-kira 2 km sampai ketemu Jalan Terusan Pasir Impun

Terus jalan ke atas kira-kira 1,5 km sampai ke Jalan Cisanggarung, letak Air Terjun Batu Templek terletak di Jalan ini, pasang telinga baik-baik, karena ketika sudah terdengar suara air mengalir yang cukup deras, berarti posisi kita sudah dekat.

Timeline
1. Start dari rumah jam 06.30 (rumah saya berada sekitar 1 km dari Jalan Masuk Sukamiskin.

2. Setelah kira-kira menempuh 2 km menanjak, saya istirahat 5 menit buat tarik nafas dan minum air mineral.

3. Lanjut lagi menanjak sejauh kira-kira 1,5 km, saya istirahat lagi 5 menit.

4. Dari tempat peristirahatan saya yang kedua, karena tanjakannya cukup curam (saya perkirakan kemiringan lebih dari 45 derajat), akhirnya saya menuntun sepeda sejauh 200 m, naik sepeda lagi kira-kira 300 m, kemudian menuntun sepeda lagi kira-kira 200 m.

5. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, akhirnya saya mulai mendengar aliran air yang cukup deras, semangat saya menambah, tapi kok air terjunnya ngga keliatan-keliatan. Akhirnya saya bertanya ke bapak-bapak yang ada di pinggir jalan letak air terjun Batu Templek, ternyata air terjunnya tepat berada di samping saya (jadi posisi saya saat itu berada di atas sungai yang alirannya mengalir ke air terjun Batu Templek).

6. Akhirnya saya memutar balik sekitar 100 m dan menemukan jalur turunan (yang juga cukup curam), dan menuntun sepeda saya lagi buat sampai ke Air Terjun Batu Templek.

7. Air Terjunnya ketemu, dan memang membuat takjub karena saya sama sekali ngga mengira di daerah tersebut bakal  ada pemandangan seperti itu. Saya lihat jam, saya sampai ke lokasi pada jam 08.30 .

Description

Batu templek handap Pasir Impun, menurut Pa Oman Abdurahman adalah merupakan fenomena menarik khas Cekungan Bandung yang pada ketinggian tertentu air mengalir dari sela-sela batuan beku (lava basalt). Inilah akuifer batuan beku yg sangat penting untuk kebutuhan air penduduk maupun pengairan pertanian di daerah hilirnya (Yogie Subrata).

Tinggi air terjun yang terdapat di Batu Templek ini saya perkirakan berkisar atara 10-15 m, airnya berasal dari sungai yang berada di atasnya dan terpecah menjadi 4 aliran. Pada saat saya di sana, alirannya cukup deras walaupun dengan volume air yang tidak cukup banyak (ketika terpecah menjadi 4), di bawah air terjunnya sendiri terdapat semacam kolam, tapi saya tidak mengecek berapa kedalamannya karena pada saat itu airnya sangat keruh berwarna coklat, kemungkinan karena pada hari sebelumnya dari sore hingga malam hari hujan turun di daerah tersebut.

Suasana tenang dan cuaca mendung, aktivitas yang saya lihat di daerah ini hanya seorang ibu yang sedang mau pergi entah kemana dari rumahnya yang jaraknya cukup dekat dengan air terjun, dan 2 orang bapak-bapak yang sedang menambang Batu Templek di sekitar ketinggian 7 m di seblah kanan air terjun.

Batu Templek adalah jenis batuan metamorf yang terbentuk karena perubahan tekanan dan suhu yang tinggi ayau panas bumi. Templek, lempeng atau yang lebih dikenal dengan Slate terbentuk dari lempung dan batuan shale. Dinamakan batu templek atau batu lempeng karena batu nya menyerupai lempengan tipis (direktorimaterial.com)

Tips & Trick

Berikut ini adalah beberapa tips yang menurut saya dapat membuat sesepedaan ke Air Terjun Batu Templek menjadi lebih aman dan nyaman:

1. Pake Sepatu dengan daya cengkeram yang cukup kuat. Hal ini sangat membantu karena jalan menuju Batu Templek 95 % adalah jalan aspal yang cukup curam dan licin. Sangat berguna ketika ingin menuntun sepeda karena kelelahan. Selain itu pada saat mencapai Batu Templek, tanah tempat pijakannya banyak ditumbuhi tanaman putri malu yang berduri, akan lebih nyaman juga apabila memakai kaos kaku yang panjang (menutupi betis).

2. Bawa buddy. Setiap olahraga perseorangan yang dilakukan dengan tujuan wisata atau jalan-jalan menurut saya akan lebih baik apabila dilakukan bersama teman. Selain sebagai teman ngobrol ketika istirahat, buddy dapat membantu ketika kita mengalami masalah pada sepeda, saat mengalami cedera, apalagi ketika tempat yang kita tuju sangat sepi dan jarang terdapat masyarakat lokal. Poin tambahan lainnya adalah, kalo kita mau narsis, ada yang motoin hehe.

3. Bawa cemilan. Di daerah sekitar Batu Templek hanya ada satu rumah penduduk dan rumah yang digunakan (mungkin) untuk basecamp para penambang, kalo mau ke warung terdekat harus kembali ke jalan utama dan naik lagi sekitar 150 m. Sayangkan kalo udah jauh-jauh ke situ dan pengen cepet-cepet pulang karena lapar dan ngga bawa makanan.

4. Berangkat pagi-pagi. Supaya sampai lokasi juga pagi-pagi, jadi suasana masih sejuk dan segar.

5. Berangkat di hari ketika hari kemarinnya ngga hujan. Alasannya, ketika saya melihat foto pak Yogie Subrata, air terjunnya alirannya kecil dan airnya ngga keruh, tetapi kalo mau melihat aliran air yang cukup deras, maka berangkat pada saat hari kemarinnya hujan adalah pilihan terbaik.

6. Hati-hati di jalan. Jalan Pasir Impun cukup ramai ketika pagi hari karena banyak perumahan di daerah tersebut yang membuat traffic cukup padat (banyak motor) karena orang-orang baru keluar rumah, ada yang ngantor, sekolah, atau mungkin cuma jalan-jalan aja kaya saya, mungkin. Intinya konsentrasi penuh, karena ada beberapa titik dimana jalan rusak, berlubang, dan jalan tanjakan yang cukup licin.

Foto-Foto

About these ads

One thought on “Batu Templek (Pasir Impun, Bandung Timur)

  1. Pingback: Track sepedah batu templek ( pasir impun ,Bandung ) | thedanisetiawan's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s