Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati !

Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati!
Penulis : Wahyu Aditya
Genre : Inspirasi,Self-Help
Penerbit : Bentang Pustaka
Publish : Januari 2013
9/10

Wahyu Aditya adalah seorang aktivis di dunia animasi dan desain. Dia adalah pendiri HelloFest, sebuah festival yang pada awalnya adalah sebagai tempat untuk berkumpulnya moviemaker Indonesia untuk berkompetisi untuk menampilkan yang terbaik dalam membuat sebuah film pendek. Sekarang, setiap tahunnya HelloFest bisa menarik lebih dari 20000 orang dalam satu hari. Namanya berkibar ketika ia berhasil meraih beberapa penghargaan di dunia animasi dan industri kreatif. Mulai dari Jiffest 2004, Wirausaha Muda Mandiri 2008, sampai Juara Dunia British Council Young Creative Entrepreneur 2007. Ia mendirikan HelloMotion Academy, tempat dimana seseorang bisa belajar mengenai dunia animasi yang berdiri sejak 2004. Ia juga memiliki sebuah toko pakaian online bernama KDRI yang menjual t-shirt bertema nasionalis dengan tema modern. Dengan pengalaman segudang yang menarik untuk diceritakan, Wahyu Aditya menuliskan banyak hal yang menjadikannya terus memiliki sifat kreatif dan menghasilkannya menjadi banyak karya yang ia coba tularkan kepada semua orang melalui bukunya ini.

contoh isi bukunya

Sila Ke-6: Kreatif Sampai Mati! Sesuai dengan judulnya, mungkin sejauh ini, buku ini adalah buku terunik yang eprnah saya baca di genre-nya. Buku seperti ini yang pernah saya review adalah Problem Solving 101, sebuah buku yang membantu kita untuk dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hidup. Tapi bahkan buku yang dibuat oleh orang Jepang itupun masih kalah jauh uniknya dengan buku buatang Wahyu Aditya ini. Buku ini benar-benar menunjukkan kalau sang penulis adalah orang yang kreatif dan dia mencoba untuk kreatif pada setiap halaman yang dia buat di buku ini. Dikemas dengan konsep scratch book, diksi yang ringan, ngga bikin orang yang membaca bingung dan harus mencerna satu paragraf agar dapat mengerti paragraf selanjutnya. Pada saat membaca buku ini rasanya benar-benar mengalir dan ngga terasa bukunya sudah habis dan kita jadi tau cara-cara agar dapat melakukan atau membuat sesuatu dengan cara yang sekreatif mungkin. Dan lagi, yang bener-bener buat gue takjub adalah gimana Wahyu Aditya mengemas buku ini dengan caranya sendiri. Mulai dari cover buku bolak-balik yang ia buat agar pemilik buku bisa membuat cover sendiri (kalo bosan sama cover buku yang udah disediakan), adanya gambar kecil di ujung kanan dan kiri atas pada setiap halaman, yang fungsinya kalo kita lagi bosen (atau ngga ada kerjaan) bisa kita buka dengan cepat halamannya dari awal sampai akhir atau sebaliknya yang membuat gambar-gambar itu seperti bergerak (jadi inget jaman sd..), dan porsi tulisan, gambar, foto, dan desain-desain yang menurut gue seimbang sehingga membuat mata ngga bosen dan capek. Bener-bener memanjakan mata, ngga heran buku ini cepet banget dibaca padahal buku ini cukup tebal dengan sekitar 300 halaman.

the writer, Wahyu Aditya

Konten utama dari buku ini adalah tips-tips yang diberikan oleh penulis agar kita dapat mendobrak segala keterbatasan yang ada ketika kita melakukan sesuatu dan melakukannya dengan seunik mungkin. Menurutnya, menjadi kreatif adalah bukan bakat seseorang yang dibawa dari lahir, tapi kreatif dapat dilatih dan dilakukan oleh semua orang. Kreatif bukan sesuatu yang instan yang bakal terus ada sekalinya kita melakukan sesuatu, tapi kreatif adalah proses yang terus menerus dilakukan agar kita terbiasa untuk berpikir dari sudut pandang yang ngga semua orang bisa lihat. Dan hal-hal itu ngga ditulis Wahyu Aditya tanpa alasan, berbekal pengalamannya dalam membuat berbagai karya, ia membuktikan kalo dengan berlatih untuk berpikir kreatif dari hal-hal yang kecil, dan terus menerapkannya terus menerus sampai ia melakukan hal-hal yang besar dan  sesuai dengan passion yang dimiliki,  ia membuktikan kalo ngga ada yang ngga mungkin untuk dicapai. Klasik memang kedengarannya, tapi memang hal itu ngga akan terwujud sampai ia bekerja dengan keras untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Tapi dari intinya adalah, berpikir kreatif itu bagus, tapi seperti buku self-help yang lain menjabarkan, berpikir aja ngga cukup, kalau kita punya ide, dan menurut kita itu unik, keren, atau seenggaknya layak untuk direalisasikan, kita harus mencoba mewujudkannya (ini salah satu alasan kenapa gue mulai nulis lagi di blog ini sebenernya hehe). Idea is important but what can make the difference is execution, my word (i swear i throw all my guts to write this sentence).

Jadi, sekarang saatnya memulai (buat yang belum)! Entah melukis atau bergerak, semua bakal cuma jadi imajinasi saja kalo ngga dikerjakan. This time is Do o’clock.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s