The Raid 2: Berandal (2014)

Image(9/10) The Real Action Movie

Pertama, gue mau ngucapin selamat kepada Iko Uwais yang telah membuktikan di film ini bahwa dia adalah orang terkuat se-Indonesia untuk urusan duel satu lawan satu. Hampir 3 jam berantem terus ga capek-capek bos!

THE STORY.

Timeline The Raid 2 dimulai 2 jam setelah film The Raid 1 berakhir. Kali ini, Rama (Iko Uwais) mendapatkan cobaan yang lebih besar daripada aksinya di film yang pertama. Alih-alih ngegerebek komplotan penjahat di satu gedung lagi, ia mendapat tugas untuk menyusup ke salah satu geng yang menguasai ibukota dengan tujuan untuk mendapatkan bukti-bukti keterlibatan petinggi-petinggi kepolisian yang melindungi keberadaan dua gangster paling berkuasa di Ibukota.

ImagePerjalanan Rama kali sangat terjal, kehidupan pribadinya terpaksa ditinggalkan demi menunaikan tugasnya ini. Dengan membawa identitas baru, Rama dijebloskan ke dalam penjara dan berhasil masuk ke lingkungan gangster yang akan ia mata-matai. Perkenalannya dengan Ucok (Arifin Putra) anak dari ketua geng lokal ibukota bernama Bangun (Tio Pakusadewo) membawa Rama semakin dalam masuk ke dunia gelap dan mau nggak mau ia juga harus melakukan apa yang biasanya seorang penjahat lakukan.

THE CAST.

Dengan mayoritas atlet pencak silat asli, adegan bertarunglah yang jadi sajian utama film ini. Iko Uwais, Yayan Ruhian, Cecep Arif Rahman, dll membawakan tugas tersebut dengan sangat baik. Selain itu, penjiwaan masing-masing karakter juga perlu diacungi dua jempol bro. Pemilihan cast yang sangat baik membuat film ini menjadi salah satu film action yang paling gue suka. Kombinasi (kaya martabak aja) aktor-aktor muda seperti Oka Antara dan Arifin Putra dengan aktor senior seperti Tio Pakusadewo membuat film ini menjadi lebih menarik.

ImageBuat yang males nonton film The Raid yang pertama karena isi pemeran utamanya cowo semua, tenang aja bro, di film keduanya ini hadir sesosok wanita cantik yang membuat film ini menjadi lebih enak dilihat. Dia adalah Julie Estelle! Lumayanlah diselingi yang bening-bening jadi ngga melulu liat cowo-cowo berotot melulu.

Selain aktor-aktor Indonesia, di film ini juga terdapat beberapa aktor Jepang seperti Kenichi Endo(Heroes), Kazuki Kitamura (Killers), dan Ryuhei matsuda. Hanya saja dalam film ini cerita mengenai karakter mereka belum dijelaskan lebih dalam oleh sang sutradara Gareth Evans. Mungkin disimpan untuk The Raid 3..Mungkin..

WHAT WE THINK.

Untuk urusan koreografi pertarungan, ngga perlu dipertanyakan lagi deh, adegan duel satu lawan satu atau satu lawan banyak di film ini sangat menarik untuk ditonton. Di film ini juga terdapat banyak adegan dalam kondisi yang lebih banyak seperti bertarung di dalam mobil, bertarung sambil lari-larian (jangan dibayangin kaya adegan film India ya), dan ada juga adegan kejar-kejaran menggunakan mobil dan motor semacem yang sering kita lihat di film Fast and Furious. Apalagi dengan munculnya beberapa karakter baru (yang langsung mati) dengan gaya bertarung yang berbeda dari biasanya. Si cantik Hammer Girl yang diperankan si cantik Julie Estelle, bertarung dengan menggunakan dua palu untuk mengetok lawan-lawannya. Karakter favorit gue adalah si Baseball Bat Man. Gaya bertarungnya dengan menggunakan tongkat dan bola baseball sangat menarik buat ditonton, apalagi mendengar suara “TUNG! TUNG!”, bukan, bukan suara tukang jualan es tung tung, tapi suara dentuman tongkat baseball ke kepala atau bagian tubuh lain lawan-lawannya. Dengan dandanan anak muda penikmat musik emo siap menebas lawan-lawannya yang kemampuan bertarungnya ngga imbang banget (satu lawan 5 juga menang).

ImageYang membuat penonton agak bingung adalah karakter Yayan Ruhian yang pada film pertama memerankan Mad Dog, tetapi pada film The Raid 2 memerankan karakter bernama Prakoso. Ada beberapa orang yang pada saat bertanya-tanya pada saat Prakoso muncul dan nyeletuk: “Eh itu Mad Dog idup lagi ya?”. Karena saking kuatnya di film pertama jadi pada nyangka bisa idup lagi kali ya..

Sayangnya menurut gue yang kurang adalah dari segi kedalaman ceritanya sendiri. Ada beberapa karakter yang memiliki peran cukup besar di film ini tapi background dari karakternya sendiri ngga diceritakan lebih detail. Entah sengaja seperti itu atau disimpan untuk film selanjutnya. Contohnya adalah Bejo (Alex Abbad), ujug-ujug dia mau merusak sistem pergangsteran ibukota yang udah dibagi dengan seadil mungkin antara Bangun dan Goto. Tetapi apa motifnya, darimana dia berasal, juga kurang dijelaskan lebih detil, keburu mati juga di scene-scene terakhir.

Karakter lain yang membuat gue penasaran adalah para gangster Jepang. Kenapa mereka bisa menguasai wilayah yang notabene bukan kampung halaman mereka sendiripun ngga dijelaskan. Dari scene terakhir yang diperlihatkan di film ini, besar kemungkinan kalau mereka bakal punya porsi yang cukup besar di film ketiga The Raid. kalo ada loh ya..itupun suka-suka Om Gareth Evans juga.

ImageCONCLUSION.

Salah satu reviewer di imbd.com bahkan ada yang berkata seperti ini:

“The Raid 2″ is the best action movie ever made.

Menurut gue pribadi, walaupun gue belum bisa bilang ini adalah film action terbaik, tapi The Raid 2: Berandal  adalah salah satu film action terbaik yang pernah gue tonton. One of the “must see” movie.  Selamat menonton!

PS: Film ini memang untuk 21 tahun ke atas..jadi kalo mau nonton jangan bawa adek kecil lo ya..bahaya!

Directed By : Gareth Evans
Cast :  Iko Uwais, Oka Antara, Julie Estelle, Yayan Ruhian, Arifin Putra, Tio Pakusadewo, Kenichi Endo
Runtime : 150 Minutes
Genre : Action

You’ll Like If You Like : The Raid: Redemption, All Action Movies with less drama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s